Sempat 'Melepuh', Saham Emiten Rokok Kompak Rebound!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
03 September 2019 16:26
Mayoritas saham emiten rokok menutup perdagangan pada Selasa ini (3/9/2019) dengan penguatan.

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas saham emiten rokok menutup perdagangan pada Selasa ini (3/9/2019) dengan penguatan di tengah sentimen rencana kenaikan cukai rokok, kendati pemerintah dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) sudah menyepakati rencana penerimaan Cukai Hasil Tembakau (CHT) di 2020 menjadi 9%.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, tiga dari empat emiten rokok mengalami rebound alias menguat setelah kemarin terperosok dalam. 

Ketiganya yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 1,73% di level Rp 67.550/saham, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) menguat 1,90% di level Rp 2.680/saham, dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) melesat hampir 3% atau tepatnya 2,51% di level Rp 204/saham. 


Hanya satu emiten yang masih terjebak di zona merah, melanjutkan koreksi sejak kemarin yakni PT Bentoel International Tbk. (RMBA). Saham Bentoel minus 1,20% di level Rp 330/saham.

Padahal pada perdagangan sesi I hari ini, saham Gudang Garam sempat minus 1,09% di level Rp 65.675/saham dan kemarin amblas 4,43%.

Pemerintah dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) memang sudah menyepakati rencana penerimaan Cukai Hasil Tembakau (CHT) di 2020 menjadi 9%.

Meski kenaikan penerimaan CHT disepakati sebesar 9%, namun, untuk kenaikan tarif cukai rokok di atas 10% ditolak keras oleh DPR RI, sebagaimana disampaikan anggota Banggar Fraksi Gerindra Bambang Haryo.

"Cukai rokok ini saya sudah sampaikan ke Dirjen Bea Cukai, saya menolak dengan tegas kenaikan tarif cukai double digit tahun depan. Saya minta untuk tidak dinaikkan," ujarnya saat dihubungi reporter CNBC Indonesia, Selasa (3/9/2019).

Menurutnya, ada banyak cara menggenjot penerimaan CHT selain menaikkan tarif cukai rokok. Misalnya, memberantas rokok ilegal secara masif serta memberlakukan pajak untuk rokok yang dijual secara online tanpa pita.

"Naikkan pendapatan dengan cara rokok-rokok ilegal dibasmi dan rokok yang dijual secara online diambil cukainya. Jadi bukan rokok yang dikonsumsi masyarakat banyak saat ini," jelasnya.



(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading