Harga CPO Anjlok, Fitch Pangkas Peringkat Sawit Sumbermas

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
30 August 2019 13:03
Fitch Ratings Indonesia juga telah menurunkan Peringkat Nasional untuk SMMS ke 'BBB(idn)' dari 'A(idn)' dengan outlook Stabil. Foto: Ilustrasi Kelapa Sawit (CNBC Indonesia/Rivi Satrianegara)
Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pemeringkat global, Fitch Ratings menurunkan peringkat emiten produsen kelapa sawit PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) ke 'B-' dari 'B+' dan juga peringkat obligasi senior sebesar US$ 300 juta, dengan bunga 7,75% yang jatuh tempo di 2023.

Obligasi anak usaha perseroan, SSMS Plantation Holdings Pte. Ltd., juga ikut di turunkan ke 'B-' dari 'B+', dengan recovery rating 'RR4'. Fitch Ratings Indonesia juga telah menurunkan Peringkat Nasional untuk SMMS ke 'BBB(idn)' dari 'A(idn)' dengan outlook atau prospek Stabil.


Peringkat SSMS mencerminkan profil konsolidasi induk, PT Citra Borneo Indah (CBI), yang menjadi pemilik 54% saham perseroan.

Penurunan peringkat mengikuti kenaikan yang tajam pada net adjusted debt atau EBITDAR di atas 5,0x di 2018, yang melemahkan profil finansial CBI secara signifikan.

EBITDAR adalah laba kotor yang dihitung sebelum memfaktorkan beban bunga, pajak, depresiasi, amortisasi, restrukturisasi/sewa (
interest, tax, depreciation, amortization, and restructuring/rent cost).

"Kami memproyeksikan leverage naik di atas 6,0 kali di 2019 dikarenakan harga minyak kelapa sawit (CPO) yang melemah; angka ini secara signifikan berada di atas sensitivitas aksi peringkat negatif kami sebelumnya di 3,5 kali," tulis rilis Fitch Rating Indonesia, Jumat (30/08/2019).

Menurut Fitch, kenaikan leverage yang tajam pada 2018 diikuti penurunan pendapatan SSMS karena harga CPO yang melemah, biaya unit yang tinggi, rugi yang berkelanjutan di bisnis-bisnis lain CBI, dan kenaikan piutang dari pihak terkait CBI.

Namun, leverage diharapkan membaik ke level di bawah 5,5 kali pada 2020, dengan asumsi menguatnya harga CPO dan juga yield, setelah sebelumnya melemah pada kuartal I-2019.

Akan tetapi, menurut Fitch, ada potensi leverage untuk naik lebih tinggi dan melemahkan profil kredit SSMS lebih lanjut. Hal ini karena adanya kerugian di bisnis-bisnis lain CBI, arus kas keluar yang lebih besar dari transaksi pihak terkait, akuisisi, dan ketidakmampuan dalam mengontrol biaya perusahaan.

Peringkat nasional di kategori 'BBB' menunjukkan ekspektasi akan risiko gagal bayar yang moderat relatif terhadap emiten atau surat utang lainnya di Indonesia.

Artikel Selanjutnya

SSMS Bagikan Dividen Rp 25,86 Miliar


(hps/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading