PPnBM Dihapus & Suku Bunga, PPRO Bidik Penjualan Rp 3,7 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
26 August 2019 17:50
Kinerja properti sejak empat tahun belakangan ini memang sudah tertekan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten properti meyakini stimulus fiskal dan pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 50 basis poin dari 6% menjadi 5,5% akan mendongkrak penjualan pada paruh kedua tahun ini. Kinerja properti sejak empat tahun belakangan ini memang sudah tertekan.

Direktur Utama PT PP Properti Tbk (PPRO) Taufik Hidayat menjelaskan, setidaknya ada beberapa katalis positif yang akan mendrongkrak kinerja perseroan.

Pertama terkait penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi domestik. Kebijakan ini akan berimbas pada sektor properti karena bank-bank secara bertahap akan menurunkan tingkat bunga kredit. Dengan demikian, masyarakat bisa mengakses pembiayaan dari perbankan untuk berinvestasi di sektor ini dengan tingkat bunga yang lebih rendah.

"Salah satu vitamin industri properti adalah kebijakan penurunan suku bunga acuan BI, kita optimis sektor properti akan kembali bergairah," kata Taufik Hidayat di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Senin (26/8/2019).


Faktor lainnya yang juga menjadi katalis positif adalah relaksasi dari sisi fiskal mengenai penghapusan pajak barang mewah (PPNBM) yakni bagi properti yang harganya di atas Rp 10 miliar.

Terbaru, kepastian dari pemerintah mengenai pemindahan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan Timur akan menjadi prospek positif bagi emiten properti mendapatkan kontrak baru. Pihaknya memang telah melakukan kajian mendalam dalam 4 bulan terakhir ini merespons rencana pemindahan ibukota ke Pulau Kalimantan.

Dia optimistis, di paruh kedua tahun ini investor mulai kembali berinvestasi di sektor properti karena perhelatan Pilpres sudah selesai dan cukup kondusif.

"Lima hal ini membuat kami optimis tahun ini kami bisa tumbuh dari tahun lalu," ungkapnya.

Pada tahun ini, PPRO membidik pra penjualan atau marketing sales mencapai Rp 3,7 triliun. Hingga Juli 2019, pra penjualan sudah mencapai Rp 945 miliar.
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading