Utang Meroket 162%, WTON Siap Rilis Obligasi Tahun Depan

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
21 August 2019 13:23
PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) menilai tingkat utang perusahaan masih dalam level aman.
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) menilai tingkat utang perusahaan masih dalam level aman meski selama 3 tahun terakhir kenaikannya sangat signifikan. 

Bahkan tahun depan perseroan tengah mengkaji penerbitan obligasi melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) seiring dengan tren suku bunga yang masih rendah. Kendati besaran nilai dan penjamin emisi belum disebutkan.

"Tahun depan kami review lagi kebutuhan seperti apa dan kalau untuk men-support growth double digit, maka capex [belanja modal] juga akan ada alokasinya. Obligasi sudah siapkan tim untuk mencari peluang, plafon besar, tingkat bunga kompetitif di bawah 9%," kata Direktur Keuangan Wika Beton Imam Sudiyono usai paparan publik, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (21/8/2019).



"Kalau [kupon] obligasi lebih mahal ya ngapain [terbitin obligasi]. Karena [saat ini kupon] obligasi cenderung turun, kami akan masuk ke PUB," katanya lagi.

Imam Sudiyono menjelaskan kenaikan utang pada tahun lalu terjadi karena seiring dengan ekspansi yang dilakukan perusahaan. Namun dia menegaskan rasio keuangan juga dinilai belum mengkhawatirkan. Saat ini rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) perusahaan dinilai masih aman di level 0,68 kali.

"Karena kan dulu waktu IPO [penawaran umum saham perdana] 2014 uang kami banyak makanya rasio bagus semua. Kemudian ekspansi kami butuh sumber dana lain setelah [dana] IPO abis 2017. Kami ekspansi mau enggak mau pinjaman, dengan pinjaman rasio keuangan kayak DER terjadi peningkatan," kata Imam.

"...tapi semua masih dalam batas jauh dari batas kovenan bank," tegasnya.

Mengacu data riset Tim CNBC Indonesia, tahun lalu WTON menjadi salah satu anak usaha BUMN konstruksi yang cukup mencatatkan kenaikan signifikan atas utang. Utang WTON melesat 162% menjadi Rp 5,74 triliun dari tahun sebelumnya Rp 2,19 triliun. Utang ini berkaitan dengan kewajiban (liabilitas) jangka pendek dan panjang.



Mengacu laporan keuangan per Juni 2019, total kewajiban WTON mencapai Rp 5,69 triliun, turun tipis dari akhir Desember 2018 yakni Rp 5,74 triliun. Kewajiban ini terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp 5,54 triliun dan jangka panjang Rp 153,28 miliar.


Imam menjelaskan, kenaikan utang ini seiring dengan naiknya belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan. Sebagai gambaran, tahun lalu capex perusahaan senilai Rp 428 miliar, tahun ini naik signifikan menjadi Rp 779 miliar. Dana capex digunakan untuk keperluan investasi pembangunan pabrik dan lainnya.

Namun demikian, Imam menyebut serapan capex di tahun ini diperkirakan hanya mencapai Rp 400 miliar-Rp 500 miliar, mengingat serapan capex hingga memasuki kuartal III-2019 baru sebesar Rp 200 miliar.




(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading