Tak Cuma Trans Jawa, Tol Becakayu pun Jadi Aset Reksa Dana

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
20 August 2019 14:25
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berencana menerbitkan instrumen reksa dana penyertaan terbatas (RDPT).
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berencana menerbitkan instrumen reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) pada tahun ini, dengan aset penyertaan ruas tol yang dikelola perseroan, yaitu ruas tol Bekasi Cakung Kampung Melayu atau Becakayu.

Jika ini terealisasi, maka ini akan menjadi instrumen RDPT kedua berbasis ekuitas perseroan setelah RDPT Danareksa Infrastruktur Trans Jawa pada 2018 yang menjadikan ruas tol Trans Jawa sebagai aset jaminan atau underlying asset.

Haris Gunawan, Direktur Keuangan Waskita Karya menyatakan, skema yang sedang dikaji mengenai penerbitan instrumen ini sedang diwacanakan tidak melalui perusahaan aset manajemen, melainkan langsung kepada investor.


"Instrumennya tetap RDPT, tapi bukan aset manajemen, kami lagi bikin skema langsung ke direct investor, sehingga tidak ada opsi buyback," kata Haris usai paparan publik di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/8/2019).


Sebagai informasi, instrumen reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) adalah instrumen di mana investor menginvestasikan dana melalui perusahaan manajer investasi (MI) dibenamkan pada portofolio saham atau portofolio yang berkaitan langsung dengan proyek, misalnya infrastruktur dengan jaminan ruas jalan tol.

Hanya saja, Haris masih enggan menjelaskan berapa target dana yang akan dihimpun dari penerbitan RDPT kedua ini, pun demikian halnya dengan investor yang menyatakan berminat.


"Harapan kita tahun ini, sekarang lagi proses," jelasnya lagi.

Tahun lalu, perseroan telah menerbitkan instrumen yang sama melalui anak usaha PT Waskita Toll Road senilai Rp 5 triliun. Waskita mengalihkan 57,14% kepemilikan saham kepada RDPT senilai Rp 2,85 triliun dan menerbitkan saham baru 30% kepada RDPT senilai Rp 2,15 triliun.

Dengan demikian, setelah transaksi ini, RPDT menguasai 70% saham WTR sedangkan saham WTR berkurang menjadi 30% dari sebelumnya 99%.


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading