Jokowi Optimistis, Broker Saham Tunggu Kepastian Kabinet

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
16 August 2019 18:53
Jokowi Optimistis, Broker Saham Tunggu Kepastian Kabinet Foto: Presiden RI Jokowi (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) menilai Nota Keuangan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk asumsi makro 2020 cukup optimistis. APEI menegaskan sejumlah asumsi makro itu bisa dicapai dengan dukungan pemangku kepentingan.

Ketua APEI Octavianus Budianto mengatakan untuk mencapai target tersebut, maka pemerintahan Jokowi perlu didukung dengan susunan kabinet yang tepat dan susunan kabinet tersebut saat ini masih ditunggu kepastiannya oleh pasar. Rencananya Presiden Jokowi akan mempercepat pengumuman kabinet ini sebelum Oktober 2019.

"Saya rasa pemerintah cukup optimistis tapi realistis tentang target pertumbuhan ekonomi. Pasar masih menunggu susunan kabinet untuk merealisasikan program-program yang sudah ditetapkan untuk mencapai target-target tersebut," kata Octavianus kepada CNBC Indonesia, Jumat (16/8/2019).



Namun demikian, Direktur Utama Kresna Sekuritas ini mengingatkan perekonomian Indonesia saat ini masih dihantui oleh potensi terjadinya resesi global.

Belum lagi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang hingga saat ini masih belum menghasilkan keputusan apapun. Perang dagang ini pun tampaknya telah mengarah pada kemungkinan perang mata uang atau currency war.

Jumat siang tadi, Presiden telah menyampaikan Rancangan Undang-Undang tentang APBN 2020 berserta Nota Keuangan di Gedung MPR/DPR di Senayan.

"Pertumbuhan ekonomi kita trennya meningkat dari 4,88% di tahun 2015, menjadi 5,17% di tahun 2018, dan terakhir Semester I-2019 mencapai 5,06%. Angka pengangguran menurun dari 5,81% pada Februari 2015, menjadi 5,01% pada Februari 2019," kata Jokowi.

Presiden mengungkapkan pada tahun 2020, pemerintah menyusun asumsi ekonomi makro yakni pertama, pertumbuhan ekonomi akan berada pada tingkat 5,3% dengan konsumsi dan investasi sebagai motor penggerak utamanya.

"Inflasi akan tetap dijaga rendah pada tingkat 3,1% untuk mendukung daya beli masyarakat," kata Jokowi.

Kedua, di tengah kondisi eksternal yang masih dibayangi oleh ketidakpastian, nilai tukar rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp 14.400 per dolar Amerika Serikat.

"Pemerintah yakin investasi terus mengalir ke dalam negeri, karena persepsi positif atas Indonesia dan perbaikan iklim investasi. Dengan demikian, suku bunga SPN 3 bulan diperkirakan berada di tingkat 5,4%," kata Kepala Negara.

Ketiga, harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan sekitar US$ 65 per barel. Dengan sensitivitas yang tinggi terhadap berbagai dinamika global, kata Presiden, pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak dan komoditas global.

Keempat, melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam, termasuk minyak dan gas bumi. Target lifting (produksi minyak siap jual) minyak dan gas bumi di tahun 2020 diasumsikan masing-masing sebesar 734.000 barel dan 1,19 juta barel setara minyak per hari.

"Seluruh gambaran perkiraan indikator ekonomi makro di atas menjadi dasar dalam penyusunan RAPBN tahun 2020," jelas Jokowi.


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading