Mantap! 3 Startup Siap Masuk Bursa Efek Indonesia

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
12 August 2019 16:23
Mantap! 3 Startup Siap Masuk Bursa Efek Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan saat ini sudah terdapat 16 calon emiten baru yang sedang dalam proses menjadi perusahaan terbuka (emiten) yang sahamnya tercatat di papan bursa. Dari jumlah itu, tiga di antaranya merupakan perusahaan rintisan atau startup binaan Bursa dalam IDX Incubator.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI IGD N Yetna Setia mengatakan tiga dari perusahaan binaan Inkubator tersebut bakal melantai atau menawarkan saham perdana (initial public offering/IPO) di tahun ini. Salah satunya adalah perusahaan yang menjalankan bisnis financial technology (fintech).

"Ada lagi, tunggu saja. Kami sampaikan paling tidak tiga dari Inkubator, akan ada salah satunya fintech. Kan Incubator tidak semuanya fintech," kata Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Senin (12/8/2019).



IDX Incubator adalah program Bursa berupa ruang inkubasi yang mewadahi perusahaan rintisan untuk bisa mendapatkan pendanaan dari pasar modal, salah satunya lewat IPO.

Dalam inkubasi ini, perusahaan rintisan yang sudah memasuki beberapa batch atau angkatan ini akan diberikan p
elatihan pengembangan untuk mendorong startup mencapai IPO atau bekerja sama dengan emiten.

Program yang dimulai sejak April 2017 ini sudah menelurkan satu alumni untuk masuk pasar modal yakni PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) yang resmi listing pada 29 Oktober 2018.

Di sisi lain, BEI d
an Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan startup dan masih dalam skala kecil untuk bisa menjadi emiten di pasar modal.

OJK telah terlebih dahulu memberikan kelonggaran bagi perusahaan jenis tersebut melalui POJK Nomor 53/POJK.04/2017 tentang Pernyataan Pendaftaran dalam Rangka Penawaran Umum dan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu oleh Emiten dengan Aset Skala Kecil atau Emiten dengan Aset Skala Menengah.

Peraturan lain yang mendukung adalah POJK Nomor 54/POJK.04/2017 tentang Bentuk dan Isi Prospektus dalam Rangka Penawaran Umum dan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu oleh Emiten dengan Aset Skala Kecil atau Emiten dengan Aset Skala Menengah.

Dalam aturan ini perusahaan yang akan menjadi perusahaan publik skala kecil yang dimaksud adalah perusahaan dengan aset tak lebih dari Rp 50 miliar, sedang perusahaan skala menengah memiliki aset senilai Rp 50 miliar-Rp 250 miliar.

Sejalan dengan dua POJK ini, bursa juga baru saja merilis aturan baru mengenai papan akselerasi yakni Surat Keputusan I-V Kep-00059/BEI/07-2019 tentang Ketentuan Khusus Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham di Papan Akselerasi yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.

Aturan menitikberatkan pada beberapa kelonggaran yang diberikan bursa kepada calon investornya. Salah satu contohnya adalah perusahaan ini dibebaskan untuk masih merugi hingga maksimal 6 tahun setelah tercatat dan persyaratan keuangan yang lebih ringan.

Tahun ini, BEI masih menargetkan jumlah emiten baru yang mencatatkan sahamnya tahun ini sebanyak 57 perusahaan. Jumlah tersebut sama dengan jumlah perusahaan yang IPO pada 2018.

"Yang jelas bursa itu tidak hanya untuk yang besar saja, kita juga konsentrasi untuk small-medium enterprise. Tentunya rising fund yang besar-besar kita juga mencari untuk go public," kata Inarno.

Berikut daftar calon emiten baru yang akan mencatatkan sahamnya dalam waktu dekat:

Target Full Year 57 Emiten, Ini 16 Calon Emiten Baru BursaFoto: Monica Wareza/CNBC Indonesia
(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading