Paperdo Yakin Reksa Dana Online Bisa Raih 5 Juta Investor

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
09 August 2019 10:21
SID reksa dana sudah tercatat sekitar 1,4 juta investor, naik dari sekitar 750.000 investor pada akhir 2018, dan 470.000 investor pada akhir 2017.
Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi agen penjual reksa dana online menargetkan dapat berkontribusi menambah jumlah investor reksa dana menjadi 5 juta orang pada 2021, dari posisi saat ini 1,4 juta orang. 

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Agen Penjual Efek Reksa Dana Online (Paperdo) Fahmi Arya mengatakan jumlah investor itu didasari jumlah identitas tunggal investor (single investor identification/SID) yang tercatat di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). 

"Saat ini, kenaikan jumlah SID reksa dana sudah bertambah tiga kali lipat dari 2017 yang tidak sampai 500.000 investor terutama didukung penjualan secara online. Kalau lancar, tidak akan sulit untuk mencapai target industri tersebut," ujar Fahmi kemarin (8/8/19). 


SID adalah nomor tunggal identitas investor pasar modal yang diterbitkan KSEI dan dimiliki setiap investor yang membuka rekening efek di sekuritas, perbankan, manajer investasi, atau agen penjual reksa dana (Aperd). 

Saat ini, Fahmi mengatakan SID reksa dana sudah tercatat sekitar 1,4 juta investor, naik dari sekitar 750.000 investor pada akhir 2018, dan 470.000 investor pada akhir 2017.  




Dia mengatakan Paperdo yang baru berdiri pada 20 Juni tersebut menargetkan penambahan jumlah investor reksa dana akan semakin masif dengan dukungan 11 anggota asosiasinya yang memiliki teknologi informasi yang mumpuni serta karakteristik unik masing-masing.
 

Sekarang, asosiasi yang baru seumur jagung terbentuk itu terdiri dari sembilan perusahaan yang sudah memiliki izin Aperd fintech dan dua perusahaan yang sedang mengajukan izin serupa. 

Sembilan perusahaan itu terdiri dari PT Raiz Invest Indonesia (Raiz Invest), PT Xdana Investa Indonesia (Xdana), PT Star Mercato Capitale (TanamDuit), PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa), PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit), dan PT Investamart Principal Optima (Investamart). Perusahaan lain adalah PT Takjub Teknologi Indonesia (Ajaib), PT Moduit Digital Indonesia (Moduit), dan PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee). 

Dengan kemajuan teknologi, pengembangan industri pasar modal, dan keberadaan Aperd fintech, calon investor sudah lebih mudah membuka rekening efek untuk membeli reksa dana yang hampir seluruhnya dilakukan secara online, tidak lagi membutuhkan tanda tangan 'basah', setiap prosesnya sudah bisa dilakukan tanpa kertas sama sekali (scripless), serta mempersingkat waktu setiap prosesnya.

Penetapan target nasabah reksa dana tersebut, lanjut Fahmi, juga diiringi dengan dua tujuan utama lain dari pendirian asosiasi yaitu mensinergikan usaha pengembangan industri reksa dana secara online dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Dalam pengembangan industri reksa dana, lanjutnya, terutama dilakukan dengan cara bersama-sama mengkaji aturan yang sudah ada serta merumuskan aturan baru agar pertumbuhan industri produk investasi pasar modal itu dapat dilakukan lebih maksimal lagi, terutama dari kacamata asosiasinya. 

Salah satu diskusi yang sedang dilakukan asosiasinya dengan otoritas adalah untuk melonggarkan aturan bank kustodian yang masih dibebankan beberapa fungsi dengan tujuan transaksi jual-beli reksa dana dapat dijalankan secara lebih efisien dan cepat dibandingkan dengan sebelumnya. 

Satu tujuan lain dari asosiasinya adalah untuk membentuk persaingan sehat di antara anggotanya, salah satunya dengan cara membentuk kode etik di antara sesama pelaku industri. 

Saat ini, lanjut Fahmi, posisi Paperdo berada di bawah naungan asosiasi payung industri reksa dana yaitu Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI).  

Di bawah naungan yang sama tersebut, Paperdo berada setara bersama dengan beberapa asosiasi lain. Asosiasi yang sudah tergabung lebih dulu di dalam Dewan APRDI adalah Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII), Asosiasi Bank Agen Penjual Efek Reksadana Indonesia (Abaperdi), Asosiasi Bank Kustodian Indonesia (ABKI), dan Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia (PWMII).    


TIM RISET CNBC INDONESIA (irv/irv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading