IHSG Anjlok, Saham Bank BUKU IV Kompak Berguguran!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
06 August 2019 13:07
IHSG Anjlok, Saham Bank BUKU IV Kompak Berguguran!
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham enam bank bermodal besar (BUKU IV, modal inti di atas Rp 30 triliun) kompak amblas pada Selasa (6/8/2019) sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), seiring dengan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam 2 hari terakhir sejak Senin kemarin.

Data perdagangan BEI mencatat, sesi I, IHSG ditutup minus 0,98% di level 6.115,13. Kemarin IHSG juga ditutup amblas hingga 2,5% atau koreksi harian paling tajam sejak September 2018.

Pada hari ini, investor asing kembali melakukan profit taking atau ambil untung dengan melepas saham-saham di BEI sebesar Rp 953,17 miliar di pasar reguler dan Rp 2,90 miliar di pasar nego dan tunai, melanjutkan net sell yang terjadi kemarin di atas Rp 1 triliun. Namun secara year to date, asing tercatat masih membukukan beli bersih Rp 63,13 triliun.


Di tengah asing yang ramai melego saham Indonesia, saham-saham perbankan BUKU IV jatuh berguguran.


- Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) amblas 2,02% di level Rp 7.275/saham.
- Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) anjlok 3,51% di level Rp 4.120/saham.
- Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melorot 0,95% di level Rp 7.850/saham.
- Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) minus 2,5% di level Rp 29.250/saham.
- Saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) terkoreksi 1,44% di level Rp 1.025/saham.
- Saham PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) minus 0,73% di level Rp 1.360/saham.

Saat ini ada enam bank dengan modal besar. Terakhir, Bank Panin baru naik kelas dari BUKU III per akhir Desember 2018 lalu dengan modal inti Rp 31,69 triliun. Dengan begitu, enam bank papan atas ini terdiri dari tiga bank pelat merah dan tiga bank swasta.


Pelemahan saham enam bank BUKU IV ini dipicu juga oleh keluarnya investor asing. Asing lepas saham BMRI hingga Rp 114,8 miliar, BBRI net sell Rp 336 miliar, BBCA net sell Rp 309 miliar, dan BBNI net sell Rp 34,44 miliar.

Adapun BNGA net sell Rp 19,70 juta, sementara PNBN net buy Rp 429 miliar.

Edwin Sebayang, Kepala Riset MNC Sekuritas, mengatakan terkoreksinya IHSG kemarin yang cukup dalam dipengaruhi faktor eksternal seperti kenaikan tarif bea masuk impor barang China senilai US$ 300 miliar oleh pemerintah AS.

Bahkan kemungkinan tarif tersebut dinaikkan kembali. Ditambah lagi, faktor lainnya yakni tidak agresifnya pemotongan suku bunga Fed Funds Rate (FFR) oleh bank sentral AS, The Fed.

"Dari dalam negeri karena GDP Q2/2019 lebih rendah dari GDP Q1/2019 dan lebih rendah dari Q4/2018 sehingga ekspektasinya kinerja emiten akan flat bahkan mungkin turun ke depannya," kata Edwin saat diminta pendapatnya, Selasa (6/8/2019).


Sebab itu, dia merekomendasikan untuk membeli saham-saham dengan fundamental kuat dan defensif di tengah jatuhnya IHSG ini.

Sepanjang kuartal II-2019, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian hanya tumbuh sebesar 5,05% secara tahunan (year-on-year/YoY), sesuai dengan konsensus yang dihimpun oleh CNBC Indonesia.

Walaupun sesuai ekspektasi, pertumbuhan ekonomi pada 3 bulan kedua tahun 2019 melambat jika dibandingkan capaian pada kuartal I-2019 yang sebesar 5,07%.


Ini proyeksi analis soal IHSG ambruk.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading