Saat BI Pede Rupiah Bakal Perkasa 'Hajar' Dolar AS

Market - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
19 July 2019 07:28
Bank Indonesia (BI) baru saja menurunkan suku bunga acuannya dari 6% ke 5,75%. Penurunan itu sesuai dengan ekspektasi pasar.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) baru saja menurunkan suku bunga acuannya dari 6% ke 5,75%. Penurunan itu sesuai dengan ekspektasi pasar.

Penurunan bunga acuan tersebut membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Bahkan bank sentral meramal penguatan masih akan terus terjadi.

"Kami sangat optimis stabilitas rupiah terjaga bahkan bisa cenderung menguat karena lingkungan global juga sudah menunjukkan kondisi positif," kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Moneter BI Nanang Hendarsah kepada CNBC Indonesia seperti dikutip Jumat (19/7/2019).


Dijelaskan Nanang, pasar saat ini berharap The Fed akan menurunkan bunga acuannya. Kondisi pasar keuangan dan saham di global juga tengah bullish.

"Yield obligasi di AS juga sekarang sudah turun ke 2,1% dan ini akan menyebabkan arus modal ke negara berkembang termasuk ke RI akan terus berlangsung," tegas Nanang.
Foto: Nanang Hendarsah (dok. Bank Indonesia)

Arus modal selama Januari hingga Juli 2019 ini, lanjut Nanang, telah masuk ke oblgasi termasuk SBN [surat berharga negara] sekitar Rp112 triliun. Bahkan, menurut Nanang, aliran itu akan berlanjut karena banyak investor global sebetulnya mencari yield yang lebih tinggi termasuk di indonesia.

"Nah, dengan diturunkannya policy rate ke 5,75% dan Gubernur BI dalam statementnya mengatakan bahwa terbuka ruang bagi kebijakan moneter yang akomodatif yang sejalan dengan masih rendahnya inflasi ke depan".

"Nah, ini bagi mereka yang mencari yield yang tinggi, mereka akan mencari yield di obligasi negara yang saat ini masih di level 7,1% dan tentunya ekspektasinya yield ini akan terus turun dan tentunya ini akan mendorong arus modal dari luar ke Indonesia dan ini tentunya akan menjadi supply valas bagi pasar valas di Indonesia," papar Nanang.

Nanang juga melihat eksportir masih menunjukkan minat untuk memasok valas, sehingga jika melihat rupiah sejak pekan lalu menembus Rp 14.000/US$ dan sekarang di Rp 13.940/US$.

"Jadi kami optimis rupiah sampai akhir tahun ini akan tetap bergerak stabil ditopang oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tetap terjaga, tentunya dan kondisi pasar keuangan global yang situasinya lebih kondusif. Memang masih ada negosiasi perdagangan antara AS dan China, nah ini yang terus kita waspadai karena bisa saja masih long term atau berkepanjangan."

[Gambas:Video CNBC]
(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading