ECB Diprediksi Semakin Dovish, Euro Batal Menguat

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
15 July 2019 21:34
ECB Diprediksi Semakin Dovish, Euro Batal Menguat
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang euro yang sebelumnya menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) kini berbalik melemah. European Central Bank (ECB) yang diprediksi akan semakin dovish saat mengumumkan kebijakan moneter pada pekan depan membuat mata uang 19 negara ini putar arah.

Pada Senin (15/7/19) pada pukul 9:24 WIB diperdagangkan di kisaran US$ 1,1260 atau melemah 0,08%, padahal sebelumnya sempat menguat US$ 1,1284, melansir data Refinitiv.






Jumat (12/7/19) pekan lalu, anggota dewan ECB yang juga Gubernur Bank of Italia, mengatakan dalam beberapa pekan ke depan ECB akan terus melakukan penilaian untuk menyesuaikan instrumen kebijakan moneter yang tersedia, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Pelaku pasar kini melihat ECB akan memangkas suku bunga sebesar 10 basis poin menjadi -0,1% di bulan September, dan pengumuman kebijakan moneter 25 Juli nanti bisa jadi akan menegaskan hal tersebut.



Selain itu, nominasi Chirstine Lagarde sebagai Presiden ECB menggantikan Mario Dragihi pada 1 November nanti memicu spekulasi akan adanya gelontoran stimulus yang lebih besar lagi.

Sepekan setelah ECB, giliran Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan mengumumkan kebijakan moneter. Pelaku pasar melihat The Fed pasti akan memangkas suku bunga pada 31 Juli (1 Agustus waktu Indonesia.

Hal tersebut terlihat dari perangkat FedWatch milik CME Group, data malam ini menunjukkan terdapat probabilitas sebesar 72,4% suku bunga akan dipangkas sebesar 25 basis poin menjadi 2%-2,25%.

Selain itu juga ada probabilitas sebesar 27,6% suku bunga akan dipangkas sebesar 50 basis poin menjadi 1,75%-2%. Ini berarti tidak ada pelaku pasar yang melihat The Fed masih akan mempertahankan suku bunganya saat pengumuman nanti.

Siapa yang lebih agresif antara ECB dengan The Fed dalam melonggarkan kebijakan moneter menjadi penggerak utama euro melawan dolar AS. Sebelumnya The Fed diprediksi akan lebih agresif dengan menurunkan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun ini.

Namun, kini muncul tanda-tanda ECB akan agresif juga, yang membuat euro sulit menguat melawan dolar.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading