Modus Investasi Bodong A La Pablo Benua 'Ikan Asin'

Market - CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
12 July 2019 12:07
Modus Investasi Bodong A La Pablo Benua 'Ikan Asin'
Jakarta, CNBC Indonesia - Kontroversi seputar kasus 'ikan asin' yang menyeret Pablo Benua dan Rey Utami, dua Youtuber, kini juga menyerempet ke kasus investasi bodong yang pernah dikelola oleh PT Inti Benua Indonesia.

Perusahaan ini merupakan milik Pablo Benua yang sekarang menjadi tersangka setelah dilaporkan artis Fairuz A. Rafiq karena pencemaran nama baik dalam kasus 'ikan asin' tersebut.

Kasus investasi bodong ini mencuat pada 2017 dan ditangani Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adapun kasus 'ikan asin' mencuat setelah Fairuz melaporkan Galih Ginanjar (bekas suaminya) dan Barbie Kumala (istri Galih saat ini), setelah video pencemaran nama baik mencuat di akun Youtube Pablo dan Rey.


Nah terkait dengan investasi bodong, sebenarnya seperti apa modus investasi bodong yang ditawarkan oleh perusahaan Pablo Benua ini.


Modus operandi yang dipakai perusahaan ini, berdasarkan penjelasan OJK, yakni calon konsumen yang ingin memiliki kendaraan, pertama kali harus membayar biaya administrasi (untuk mobil sebesar Rp 5 juta dan untuk motor sebesar Rp 750.000). Kemudian, calon konsumen diminta untuk mengisi formulir pemesanan unit dan kelengkapan data pribadi.

Lalu calon konsumen tersebut, harus membayar deposit sebesar 54% dari harga OTR (on the road) kendaraan yang diinginkan serta menandatangani kontrak HGP (hak guna pakai) produk mereka bernama IBIS 54 Pro.

Setiap tahun calon konsumen harus membayar deposit, untuk mobil sebesar 10% dan untuk motor sebesar 15% maksimal jangka waktu yang diberikan satu kali melakukan kontrak 3 tahun.


Di akhir kontrak selama 3 tahun, mobil dikembalikan dan dana deposit dikembalikan namun dipotong 10%. Namun untuk motor, sepeda motor dikembalikan dan dana deposit dikembalikan tetapi dipotong 15% atau menjadi hak milik dengan menambah biaya 15%.

OJK dan Satuan Tugas Waspada Investasi rupanya mendapat laporan dan mencium ada kejanggalan dalam investasi ini, sehingga memutuskan untuk menghentikan aktivitasnya. Tak Hanya Inti Benua Indonesia yang dihentikan, OJK juga menyetop lima perusahaan investasi lainnya yang selama ini beroperasi tanpa izin.

Enam perusahaan investasi yang dicabut izin dan dihentikan kegiatannya adalah:
  1. PT Compact Sejahtera Group, Compact500 atau Koperasi Bintang Abadi Sejahtera atau ILC
  2. PT Inti Benua Indonesia
  3. PT Inlife Indonesia
  4. Koperasi Segitiga Bermuda/Profitwin77
  5. PT Cipta Multi Bisnis Group
  6. PT Mi One Global Indonesia
Nama Pablo Benua ramai dibicarakan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus 'Ikan Asin' yang menyeret sejumlah selebritis ini terus berlangsung. Pablo Benua dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Fairuz A. Rafiq dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Ini merupakan buntut dari kasus pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh mantan suami Fairuz, Galih Ginanjar. Munculnya kasus 'ikan asin' ini berawal dari sebuah konten yang dibuat oleh Rey Utami dan Pablo Benua dalam akun YouTube-nya. Dalam vlog tersebut Fairuz disebut 'ikan asin'.


Investasi Bodong yang Meresahkan Masyarakat
[Gambas:Video CNBC] (hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading