Aksi Korporasi

Rumor Gojek Caplok Blue Bird, Tiga Pilar Rilis Saham Baru

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
04 July 2019 08:28
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,35% ke level 6.362,62.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,35% ke level 6.362,62 pada perdagangan Rabu kemarin (3/7/2019) setelah sempat hari berturut-turut menguat.

Kinerja IHSG senada dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang sedang kompak ditransaksikan di zona merah: indeks Nikkei turun 0,53%, indeks Shanghai turun 0,94%, indeks Hang Seng terkoreksi 0,07%, indeks Straits Times mimus 0,12%, dan indeks Kospi anjlok 1,23%.

Sebelum perdagangan Kamis ini (4/7/2019) dibuka, ada baiknya kembali mencermati aksi dan peristiwa emiten sebagaimana dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia:

1.Rumor Gojek Caplok 20% Saham, Bos Blue Bird: Kami Terbuka...
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk (BIRD) Noni Sri Ayati Purnomo buka suara mengenai kabar yang beredar di kalangan pelaku pasar terkait dengan rencana Gojek mencaplok 20% saham Blue Bird.

Rumor Gojek masuk ke Blue Bird sebetulnya sudah mengemuka sejak Mei lalu. Kala itu, Gojek yang memiliki valuasi US$ 10 miliar (data The Global Unicorn Club, CBInsights) sempat dikabarkan akan masuk lewat penerbitan saham baru atau rights issue. Dalam perkembangan terbaru, Gojek dikabarkan bakal membeli 20% dan sudah menunjukkan penasihat investasi, Morgan Stanley untuk mengatur proses ini.

Noni Purnomo menyatakan, sebagai perusahaan publik, pada dasarnya Blue Bird selalu terbuka bagi siapa saja yang berminat membeli saham perseroan. Namun, mengenai rumor di pasar mengenai Gojek, pihaknya belum menerima konfirmasi dari Gojek.

"Karena kami perusahaan publik, kami terbuka kepada siapa saja yang ingin membeli saham Blue Bird, tetapi kan musti ditanyakan, saya baca juga da keinginan dari pihak Go-Jek, baiknya ditanya pihak yang berkeinginan," kata Noni di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

2.Data Center Diakuisisi Princeton, Saham EXCL Ditutup Amblas
Harga saham operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) ditutup amblas pada perdagangan Rabu ini (3/7/2019) di level Rp 2.860/saham, atau minus hingga 3,38%. Koreksi ini terjadi di tengah informasi bahwa Data Center milik perseroan diakuisisi mayoritas oleh Princeton Digital Group.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, saham EXCL ditransaksikan sebesar Rp 22,75 miliar dengan volume perdagangan 7,89 juta saham. Secara year to date, saham EXCL menguat 44,44% kendati asing mengurangi ramai menjual saham EXCL pada periode ini mencapai Rp 686 miliar di semua pasar. Kemarin, investor asing melepas (net sell) Rp 8,84 miliar di pasar reguler.


Dalam keterangan resminya, Princeton Digital Group (PDG) mengakuisisi kepemilikan mayoritas di portofolio bisnis Data Center XL Axiata di Indonesia, dengan komitmen sebesar US$ 100 Juta untuk pertumbuhan modal. Nilai tersebut setara dengan Rp 1,41 triliun.


3.Trada Alam Rilis 100 Miliar Saham Baru
Emiten pertambangan mineral PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) bakal melakukan penambahan modal melalui penerbitan saham baru dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue guna membayarkan utang perusahaan.

Tak tanggung-tanggung, jumlah saham baru yang akan diterbitkan mencapai 201,43% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.
Mengacu laporan keuangan per Maret 2019, total kewajiban TRAM mencapai Rp 2,79 triliun, terbagi atas kewajiban jangka pendek Rp 1,67 triliun dan jangka panjang Rp 1,21 triliun.

Jika ditelisik lebih dalam, utang terbesar berasal dari utang bank jangka pendek Rp 368 miliar, utang usaha pihak ketiga Rp 211 miliar, utang MTN (medium term notes) Rp 399,62 miliar, dan utang bank dan lembaga keuangan Rp 281 miliar.

4.Butuh Investor Lagi, Tiga Pilar Lepas 1,56 Miliar Saham Baru
Setelah menyelesaikan seluruh proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) anak usahanya, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) atau TPS Food bakal mencari investor baru untuk menyuntikkan modal ke perusahaan.

Penambahan modal ini akan dilakukan perusahaan dengan skema penerbitan saham baru tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (non-HMETD) alias private placement.

Berdasarkan prospektus yang dirilis perseroan pada Rabu ini (3/7/2019), TPS Food bakal menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,56 miliar saham baru. Jumlah itu setara dengan 32,77% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh perusahaan, dengan nominal Rp 200/saham.



(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading