Didera Isu PHK, Saham Krakatau Steel Sudah Minus Pagi Ini

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
03 July 2019 10:18
Didera Isu PHK, Saham Krakatau Steel Sudah Minus Pagi Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten baja BUMN, PT Krakatau Steel (KRAS) terkoreksi pada awal perdagangan sesi I, Rabu ini (3/7/2019) kendati investor asing sempat mencatatkan aksi beli pada saham KRAS sebesar Rp 13 juta pagi ini.

Penurunan harga saham KRAS lebih pada aksi jual yang dilakukan investor domestik. Secara tahun berjalan (year to date/ytd), asing membukukan beli bersih (net buy) hingga Rp 12,13 miliar di semua pasar.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, saham KRAS minus 1,44% di level Rp 412/saham pagi ini pukul 10.12 WIB, dengan nilai transaksi Rp 882 juta dan volume perdagangan 2,13 juta saham. Dalam 30 hari perdagangan terakhir, saham KRAS masih naik 4% dan secara year to date saham KRAS juga naik tipis 2,49%.


Salah satu sentimen bagi KRAS adalah upaya restrukturisasi perusahaan atas utang-utang terhadap kreditor mereka. Selain itu, isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal juga mendera emiten BUMN ini.

Meski demikian, manajemen menampik melakukan
PHK terhadap 1.300 karyawannya. Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan justru pihaknya hanya melakukan perampingan organisasi.

"Jadi tidak benar ada PHK massal kepada karyawan Krakatau Steel. Restrukturisasi organisasi tidak selalu identik dengan Pemutusan Hubungan Kerja, ada banyak cara dalam perampingan struktur organisasi," kata Silmy dalam siaran persnya, Selasa (2/7/2019).

Silmy menyatakan perampingan tersebut tidak hanya terjadi di dalam induk usaha, namun juga melibatkan anak-anak usaha perusahaan.

Silmy
Karim mengatakan perampingan yang dimaksud adalah dengan membuat unit-unit kerja di internal perusahaan sehingga kinerjanya menjadi lebih optimal.

Sebelumnya, berbicara eksklusif dengan CNBC Indonesia, Silmy menepis soal isu PHK 1.300 karyawan di Krakatau Steel. Ia juga mengatakan restrukturisasi di dalam tubuh Krakatau Steel (KS) sudah menjadi sedemikian krusial dan tidak bisa ditawar-tawar lagi demi menyehatkan kinerja keuangan perseroan yang memiliki utang menggunung dan terus menderita kerugian dalam 7 tahun terakhir.

Silmy mengungkapkan, perseroan menargetkan efisiensi/perampingan sekitar 2.400 karyawan organik di perusahaan induk KRAS hingga tahun depan, baik itu melalui natural retirement, pengalihan tenaga kerja ke anak perusahaan, maupun program pensiun dini.

Setidaknya ada 800 karyawan yang akan memasuki masa pensiun hingga tahun depan serta pengalihan 600 karyawan dari perusahaan induk ke anak-anak perusahaan KS.



Silmy tampik kabar PHK massal di Krakatau Steel.
[Gambas:Video CNBC]
(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading