Hingga Juni, Waskita Beton Raih Kontrak Baru Rp 3,04 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
01 July 2019 09:51
Hingga Juni, Waskita Beton Raih Kontrak Baru Rp 3,04 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten produsen beton pracetak atau precast, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan kontrak baru Rp 3,04 triliun hingga pertengahan Juni 2019, naik 2,3% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,97 triliun.

Dalam pernyataan resmi perseroan, sebagian besar kontrak baru tersebut berasal dari proyek jalan tol, di antaranya 
Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, Pantai Indah Kapuk II, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II, Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Seksi II, dan proyek lainnya.

Adapun beberapa proyek utama yang tengah disuplai oleh anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) itu adalah Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kp Melayu Seksi I, Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Jalan Tol Depok-Antasari, Jalan Tol Kayu Agung Betung, Pantai Indah Kapuk II, dan proyek Jembatan Patimban.


Sebagai perbandingan, tahun ini perseroan menargetkan kontrak baru senilai Rp 10,3 triliun pada 2019. Adapun jumlah kontrak baru WSBP sepanjang tahun lalu anjlok 40% menjadi hanya Rp 6,7 triliun, disebabkan jumlah kontrak baru dari WSKT, induknya, juga turun 51% dibandingkan tahun sebelumnya seiring dengan ketatnya persaingan di precast.

Lebih lanjut, perseroan juga mengungkapkan perkembangan penawaran Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2019 yang sudah mendapatkan pernyataan 
efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 26 Juni 2019.


Kupon obligasi ini dipatok 9,95% per tahun untuk jangka waktu 3 tahun.


Selama masa penawaran awal, obligasi tersebut kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 2,18 kali dari jumlah yang ditawarkan sebesar Rp 500 miliar. Total pesanan yang masuk mencapai Rp 1,09 triliun.

Direktur Keuangan Waskita Beton Anton Y Nugroho mengatakan ada beberapa katalis positif yang menyebabkan kelebihan permintaan obligasi yang diterbitkan WSBP. Katalis tersebut yaitu sentimen kenaikan peringkat utang Indonesia dari lembaga pemeringkat global, Standard & Poor's dan tren penurunan suku bunga acuan.

"Banyaknya obligasi yang jatuh tempo, sehingga menambah demand," kata Anton, dalam keterangan pers, Senin (1/7/2019).

Manajemen WSBP menjelaskan, penerbitan obligasi menjadi alternatif pendanaan di luar dari perbankan yang selama ini digunakan oleh perusahaan. Selain itu, sesuai dengan kebutuhan investasi jangka menengah-panjang perusahaan dan memiliki jatuh tempo yang lebih panjang.

Obligasi yang diterbitkan oleh WSBP mendapat peringkat BBB+ dari Fitch Rating. Dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk modal kerja perusahaan. Secara rinci, sebesar 40% untuk mendukung penyelesaian proyek-proyek eksisting dan sebesar 60% untuk investasi pembangunan pabrik, salah satunya yang akan dibangun di daerah Kalimantan.

Adapun, Obligasi Berkelanjutan tahap selanjutnya, yaitu senilai Rp 1,5 triliun akan diterbitkan paling cepat pada triwulan III/2019.

Perusahaan efek yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi berkelanjutan ini antara lain PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritss Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.


Simak target kontrak WSBP tahun ini.
[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading