Gencatan Senjata AS-China Bakal Bikin IHSG Perkasa Lagi!

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
01 July 2019 08:23
Gencatan Senjata AS-China Bakal Bikin IHSG Perkasa Lagi!
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham domestik diperkirakan kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan di awal pekan ini, Senin (1/7/2019). Bursa akan terimbas dari bergaungnya harapan baru meredanya ketegangan perdagangan AS-China dari hasil pertemuan KTT G20 di Osaka, Jepang, pekan lalu.

Pada perdagangan Jumat (28/6/2019), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,09% ke level 6.358,63. Kinerja IHSG berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang justru ditransaksikan di zona merah: indeks Nikkei turun 0,29%, indeks Shanghai terkoreksi 0,6%, indeks Hang Seng minus 0,28%, dan indeks Kospi turun 0,17%.

Valbury Sekuritas memaparkan, AS-China telah sepakat akan merundingkan kembali isu perang dagang yang telah membuat tatanan perekonomian global mengalami guncangan. Pernyataan tersebut diharapkan dapat meredam dampak perang dagang antarkedua negara yang berlangsung setahun lebih.


"Faktor redanya ketegang perang dagang AS dengan Cina akan terdampak pada peluang membaiknya pasar global di pekan ini, ini menjadi sinyalemen bagi IHSG untuk ikut bergerak ke zona hijau," tulis Valbury Sekuritas, dalam riset harian, Senin (1/7/2019).



Sementara itu, sentimen perdagangan dari dalam negeri bersumber dari pemerintah yang menyatakan pembayaran bunga utang tumbuh melambat sepanjang Mei 2019.

Berdasarkan data realisasi APBN 2019, belanja bunga utang pemerintah mencapai Rp 127,07 triliun. Belanja bunga utang pemerintah tersebut tumbuh 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh 13,8% yoy. Pembayaran bunga utang tersebut telah memenuhi 46,06% dari pagu yang ditetapkan dalam anggaran sebesar Rp 275,89 triliun tahun ini.

Dengan demikian, hari ini IHSG akan bergerak pada level support 6.348/6.337/6.322 dan resistance 6373/6388/6399.



Riset Pilarmas Investindo Sekuritas memaparkan, dalam pertemuan KTT G20, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan menunda untuk mengenakan tarif tambahan senilai US$ 300 miilar.

Tidak hanya itu, Trump juga akan menunda masuknya perusahaan raksasa teknologi China, Huawei Technologies ke dalam daftar hitam, sehingga Huawei masih tetap akan bekerja sama dengan perusahaan di Amerika Serikat. Sebelumnya, Trump berulangkali menyatakan Huawei adalah ancaman nasional bagi Negeri Paman Sam.

"Secara teknikal, saat ini IHSG memiiki peluang bergerak menguat pada level 6.337-6.387," tulis Pilarmas Investindo Sekuritas.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading