Analisis

Euro Melesat Naik di Pasar Forex Sesi Eropa, Kenapa?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
28 June 2019 15:41
Dolar AS sedang dalam
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang euro menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi Eropa Jumat (28/6/19). Tanpa rilis data ekonomi penting dari Eropa hari ini, penguatan mata uang 19 negara ini besar kemungkinan dipicu oleh data inflasi Jerman yang dirilis Kamis kemarin.

Pada pukul 15:26 WIB, euro diperdagangkan di kisaran US$ 1,1385, mengutip kuotasi MetaTrader 5.

Badan Statistik Jerman, Destatis, melaporkan inflasi di bulan Juni tumbuh sebesar 0,03%, lebih tinggi dari pertumbuhan bulan lalu sebesar 0,2%. Data tersebut juga lebih tinggi dari prediksi di Forex Factory sebesar 0,2%.



Inflasi merupakan salah satu acuan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) untuk memutuskan kebijakan moneter. Rendahnya inflasi di zona euro membuat ECB berencana kembali banjiri likuiditas sebagai stimulus moneter. Bank sentral pimpinan Mario Draghi tersebut juga membuka peluang menurunkan suku bunga acuan jika diperlukan.

Jerman merupakan negara dengan nilai perekonomian terbesar di zona euro, kenaikan inflasi di negara tersebut bisa berdampak positif ke negara-negara lainnya.

Selain itu dolar juga sedang dalam "mode defensif" menanti hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Tokyo hari ini dan besok.

Pertemuan dua pemimpin ini bisa akan menjadi langkah awal bagaimana perang dagang AS - China ke depannya.


Pelaku pasar berharap akan segera ada kesepakatan, dan terjadi damai dagang, dengan demikian perekonomian global bisa terakselerasi kembali. Namun, tidak menutup kemungkinan perang dagang justru akan semakin memanas melihat sejarah negosiasi kedua negara yang selalu berujung buntu, dan justru saling menaikkan bea impor.

Analisis Teknikal
Euro Melesat Naik di Pasar Forex Sesi Eropa, Kenapa? Grafik: EUR/USD Harian
Sumber: MetaTrader 5

Pada grafik harian, trading euro melawan dolar disimbolkan dengan EUR/USD bergerak di atas rerata pergerakan (Moving Average/MA 21 hari (garis hijau), MA 8 hari (garis merah) serta MA 125 hari (garis biru).

Sementara itu, indikator rerata pergerakan konvergen divergen (MACD) berada di zona positif dan kembali bergerak naik, memberikan gambaran sentimen bullish bagi euro. Untuk jangka menengah, selama bertahan di atas US$ 1,1310, euro masih cenderung naik.
Euro Melesat Naik di Pasar Forex Sesi Eropa, Kenapa? Grafik: EUR/USD 30 Menit
Sumber: MetaTrader 5

Pada time frame 30 menit, euro bergerak di atas MA 8, 21, dan MA 125 dengan MACD berada di wilayah positif. Indikator Stochastic bergerak turun namun masih di wilayah jenuh beli (overbought).

Indikator-indikator jangka pendek menunjukkan peluang kenaikan, dengan resisten (tahanan atas) di kisaran US$ 1,1400. Kemampuan menembus dan bergerak konsisten di atas level tersebut akan membuka peluang naik ke area US$ 1,1425.

Sementara jika tertahan di bawah resisten, euro berpeluang turun ke area US$ 1,1361, jika dilewati mata uang 19 negara ini berpotensi turun ke US$ 1,1335.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading