Wah, Cegah Jakarta Tenggelam, RI Gandeng Korsel dan Belanda

Market - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
28 June 2019 14:55
Wah, Cegah Jakarta Tenggelam, RI Gandeng Korsel dan Belanda
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggandeng Belanda dan Korea Selatan (Korsel) perihal pembangunan pesisir Jakarta. Kerja sama ini diteken demi mencegah air laut menenggelamkan ibu kota.

Secara konkret, kerja sama diteken melalui MoU antara Kementerian PUPR dengan Kementerian Infrastruktur dan Manajemen Air Belanda (MIW) dan Korea International Cooperation Agency (KOICA). MoU ini berupa kesepakatan kerja sama Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN) atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Tahap II.



Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, hadir langsung di Seoul, Kamis (27/6/2019), untuk meneken kerja sama bersama Presiden KOICA Lee Mi - Kyung. Sebelumnya, dokumen ini sudah mendapatkan tanda tangan dari Menteri Infrastruktur dan Manajemen Air Belanda Cora Van Nieuwenhuizen-Wijbenga yang berhalangan hadir di Seoul.

Di samping itu, secara terpisah Basuki juga menyaksikan penandatanganan nota kerja sama antara Jasa Tirta II dan Korea Water Resources Coperation (K-Water).
Kerja sama ini untuk mengembangkan Smart Water Management dan Information Technology Communication dalam bidang pengelolaan sumber daya air di Indonesia.


"Kerja sama dengan KOICA dan K-Water sebagai sahabat lama dan key partner bagi Kementerian PUPR sangat penting," ungkap Basuki melalui keterangan tertulis yang dikutip CNBC Indonesia, Jumat (28/6/2019).

Basuki menegaskan, kerja sama ini dibutuhkan oleh Indonesia. Tak lain tujuannya adalah demi mengurangi risiko banjir, banjir rob dan mencegah penurunan permukaan air tanah kota Jakarta yang mencapai hampir 12 cm per tahun.

Karena itu, penandatanganan MoU NCICD tahap II merupakan langkah penting bagi pembangunan kota Jakarta di masa depan.

"Indonesia membutuhkan keahlian teknis para ahli dan dukungan dari Korea Selatan," imbuh Basuki.

NCICD merupakan bentuk perbaikan lingkungan yang bertujuan untuk melindungi Jakarta dari krisis air baku dan risiko banjir. NCICD berlaku untuk jangka pendek, menengah hingga jangka panjang, dengan cara yang adaptif dan strategi yang terintegrasi dengan aspek sosio ekonomi, dan tata kota.

Pada tahap awal untuk mengurangi risiko banjir, banjir rob dan mencegah penurunan permukaan air tanah Jakarta dibangun tanggul laut sepanjang 20,1 Km untuk melindungi area kritis.

Pembangunan tanggul fase darurat tersebut dibagi atas pembangunan tanggul sepanjang 4,5 Km oleh Kementerian PUPR yang telah rampung pada tahun 2018. Sisanya, dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan partisipasi pihak swasta di daerah kritis tersebut.


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading