Gerai Giant Tutup, Ini Penyelamat Bisnis Hero Supermarket

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
24 June 2019 12:28
Gerai Giant Tutup, Ini Penyelamat Bisnis Hero Supermarket
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Hero Supermarket Tbk (HERO) pada perdagangan Senin 24 Juni, sesi I ini, terus meningkat menjadi 1,80% di level Rp 850/saham. Kendati kabar tak sedap menghampiri setelah beberapa gerai Giant ditutup, investor tampaknya masih berharap pada saham HERO.

Data perdagangan menunjukkan, sejak awal tahun hingga saat ini, saham HERO masih menguat 8%, kendati asing melepas saham HERO hingga Rp 2,82 miliar secara year to date. Ini artinya penguatan saham HERO secara tahun berjalan ini ditopang oleh pembelian investor domestik yang memainkan peran.

Pekan lalu, peritel Giant, salah satu merek ritel yang dikelola Hero, dikabarkan berencana menutup enam gerai pada akhir Juli 2019. Pihak Hero hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi di Bursa Efek Indonesia, kendati informasi dari salah satu Gerai yang ditutup yakni, Giant Wisma Asri (Bekasi Utara, Jawa Barat), penutupan akan dilakukan pada 28 Juli mendatang.


Foto: foto: foto : Giant Mampang Tutup (foto : Rehia Sebayang)

Demikian pula dengan pernyataan karyawan di Giant Mampang (Jakarta Selatan) juga mengonfirmasi kabar tersebut. Enam gerai Giant yang akan tutup adalah di Cinere Mall, Mampang, Pondok Timur, Jatimakmur, Cibubur, dan Wisma Asri. Lokasi-lokasi tersebut langsung dibanjiri calon pembeli yang tergiur dengan tawaran diskon besar-besaran.

Sebelumnya, 
pada pekan-pekan terakhir Januari lalu, Hero juga menjadi perbincangan setelah mereka menutup total 26 gerai ritelnya seiring dengan lesunya bisnis yang dijual ritel tersebut. Sekitar 532 orang karyawan dirumahkan. Ini kabar yang tidak enak didengar, saat ada bisnis ritel konvensional yang meredup, di lain sisi bisnis e-commerce ada di atas angin.

Lalu bagaimana dengan masa depan Hero ke depan?

Tampaknya dari sisi kinerja, performa bisnis Hero masih ditopang dua brand unggulannya yakni Guardian dan IKEA.

Foto: IKEA (REUTERS/Danish Siddiqui)

Data siaran pers Hero mengonfirmasi kesimpulan ini. Pada kuartal I-2019, pendapatan Hero naik tipis 0,5% menjadi Rp 
3,06 triliun dari periode yang sama 2018 yakni Rp 3,04 triliun. Namun p
erseroan masih mencatat rugi bersih sebesar Rp 4 miliar, secara umum sama jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Penjualan lini bisnis makanan (Hero dan Giant) turun 5% menjadi Rp 2,34 miliar, dipengaruhi oleh peluncuran rencana konsolidasi toko yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas dari waktu ke waktu.

"Bisnis makanan mencatat kerugian operasi sebesar Rp 64 miliar di luar biaya-biaya perseroan yang tidak dialokasikan, dibandingkan dengan Rp 87 miliar pada periode yang sama tahun lalu," kata Patrik Lindvall, Presiden Direktur Hero, dalam siaran pers 29 April lalu.

Foto: HERO Supermarket (CNN Indonesia/Andry Novelino).

Adapun penjualan pada bisnis non-makanan meningkat secara substansial naik 21% menjadi Rp 715 miliar. Kontribusinya tentu saja Guardian dan IKEA yang menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik.

"Guardian menjalankan serangkaian promosi kategori kecantikan yang sukses, sementara di sisi lalin profitabilitas IKEA lebih rendah terutama karena meningkatnya biaya barang dibandingkan dengan tahun lalu dan biaya pra-pembukaan yang dikeluarkan untuk toko baru yang sedang dibangun," kata Patrick, yang sebelumnya menjabat General Manager The Dairy Farm Group, salah satu pemegang saham Hero. Dairy Farm, anak usaha Grup Jardine yang memegang saham Grup Astra International.

Dengan pencapaian ini, Hero mencatat l
aba usaha sebesar Rp 79 miliar di luar biaya-biaya perseroan yang tidak dialokasikan, turun dibandingkan dengan dengan laba usaha periode yang sama 2018, yakni Rp 87 miliar.


Patrick mengatakan p
erseroan tetap berkomitmen pada rencana transformasi multi-tahun dengan fokus utama ditujukan pada bisnis Supermarket dan Hypermarket serta melakukan investasi lebih lanjut dalam pengembangan format bisnis kesehatan dan kecantikan di Indonesia.

"IKEA akan fokus pada strategi untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan dengan mengembangkan bisnis online-nya dan menambah jaringan tokonya," katanya.

Selain itu, katanya, perseroan akan mendapat amunisi baru. Proyek pembangunan toko baru yang sedang berlangsung di Jakarta Garden City dan Kota Baru Parahyangan di Bandung, rencananya akan dibuka keduanya pada akhir tahun 2020. "IKEA juga sedang melakukan perencanaan untuk mengubah satu hypermarket Giant menjadi toko IKEA."

Perseroan, katanya, optimistis tetap fokus pada transformasi strategis multi-tahun dan yakin bahwa tindakan yang sedang dilakukan saat ini akan mengarah pada peningkatan berkelanjutan jangka panjang.

Hingga akhir Maret 2019, saham HERO tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1989 ini dimiliki 63,59% oleh Mulgrave Corporation BV, sebesar 17,45% milik The Dairy Farm Company Limited, 2,68% milik PT Hero Pusaka Sejati dan publik sebesar 16,28%.


HERO Group membuka toko pertama di Jakarta pada tahun 1971 dan berkembang menjadi salah satu operator terkemuka di Indonesia untuk supermarket, hypermarket, toko kesehatan dan kecantikan, dan toko perabot rumah tangga. Pada Desember 2017, perseroan masih mengoperasikan lima merek toko dengan total 452 toko di seluruh Indonesia.

Per 31 Desember 2018, perseroan mengoperasikan 445 toko, yang terdiri dari 57 Giant Ekstra, 82 Giant Ekspres, 32 Hero Supermarket, 3 Giant Mart, 270 Guardian dan 1 IKEA.

Simak dampak penutupan beberapa gerai Giant.
[Gambas:Video CNBC]
(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading