Saham Alibaba Cuan 187%, Tertarik Beli IPO ke-2?

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
14 June 2019 - 11:26
Saham Alibaba Cuan 187%, Tertarik Beli IPO ke-2? Foto: REUTERS/Chance Chan
Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa e-commerce asal China, Alibaba Group Holding Ltd (Alibaba/BABA) dikabarkan telah mengajukan permohonan pencatatan saham di bursa Hong Kong untuk melakukan pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO). Akankah pencatatan keduanya kali ini direspons antusias oleh investor.

Seperti diketahui, pada saat IPO  di New York Stock Exchange (NYSE) Alibaba berhasil menorehkan pencapaian gemilang. Saat ditawarkan di pasar perdana, Alibaba berhasil menggalang dana segar sekitar US$ 25 miliar, dengan total kapitalisasi pasar sekitar US$ 228 miliar.

Perolehan tersebut merupakan nilai IPO terbesar di dunia, melampaui capaian dari Bank Pertanian China (Agricultural Bank of China) yang memperoleh US$ 22,1 miliar pada debut perdana di bursa saham Hong Kong.

Lebih lanjut, sejak debut perdananya di Wall Street, kapitalisasi pasar Alibaba sudah tumbuh hampir dua kali lipat dengan nilai mencapai US$ 417,42 miliar, dimana kemarin (13/6/2019) harga saham perusahaan ditutup US$ 160.33/saham. Nilai ini naik 135,78% dari harga penawaran umum saham perdana 5 tahun lalu yang ada di level US$ 68/saham.




Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa harga saham perusahaan asuhan Jack Ma tersebut melesat naik terutama tahun lalu yang menyentuh harga tertingginya di level US$ 210,86/saham pada 14 Juni 2018.

Lalu, bagaimana dengan imbal hasil (return) yang diterima investor jika berinvestasi di saham Alibaba? Berikut adalah perolehan return pelaku pasar, sejak IPO sampai dengan sepanjang tahun berjalan (YTD), menggunakan asumsi harga terakhir perdagangan kemarin yaitu US$ 160,33/saham.

Periode Imbal Hasil (%)
Sejak IPO 135.78
4 Tahun 84.82
3 Tahun 108.22
2 Tahun 14.96
1 Tahun -23.13
YTD 16.97

Berdasarkan tabel di atas, jika berinvestasi US$ 1.000 atau setara Rp 14,2 juta, setidaknya sejak awal tahun ini, maka investor sudah mampu mengantongi cuan setara Rp 2,41 juta. Lalu bagaimana jika berinvestasi 5 tahun lalu, atau semenjak IPO?

Patut diingat, terdapat faktor risiko selisih nilai tukar ketika berinvestasi pada saham dengan denominasi selain rupiah, dimana selisih nilai tukar tersebut dapat mengikis atau mendongkrak imbal hasil yang diperoleh.

Jika berinvestasi di Alibaba sejak IPO dengan anggaran US$ 1.000, maka investor dapat mengantongi sebanyak 15 unit saham perusahaan.

Pada tahun 2014, kurs dolar masih sekitar Rp 11.865,21 (mengacu data FX.sauder.ubc.ca), sehingga dengan besaran dana investasi di atas nilainya setara dengan Rp 11,87 juta saat itu.

Lebih lanjut, harga saham Alibaba kemarin (13/6/2019) ditutup di level US$ 160,33/saham. Alhasil 15 unit saham perusahaan (tanpa ada pembelian saham lagi), yang diinvestasikan selama kurang lebih 5 tahun saat ini bernilai US$ 2.404,95.

Jika dirupiahkan, nilai investasi tersebut setara Rp 34,15 juta (asumsi kurs Rp 14.200/US$). Ini berarti, secara rupiah nilai dana investor melonjak 187,82% atau setara cuan Rp 22,29 juta.

Dengan imbal performa di atas, tertarikkah Anda untuk membeli IPO kedua Alibaba di bursa Hong Kong?

Untuk diketahui Alibaba memiliki kinerja keuangan yang sangat baik. Selama 10 tahun terakhir, total pendapatan perusahaan tumbuh rata-rata 57,14% secara tahunan. Sementara, laba perusahaan juga tumbuh dengan kinerja yang serupa, yaitu 58,68% secara tahunan.

Untuk IPO di Bursa Hong Kong, Alibaba sudah mengajukan permohonan pencatatan saham. Menurut beberapa orang yang mengetahui hal tersebut. Langkah itu membuat raksasa e-commerce asal China tersebut semakin dekat dengan rekor penjualan saham terbesar di kota itu sejak 2010.

Perusahaan mengajukan dokumen initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham pekan ini tanpa perlu membuka laporan keuangannya, kata sumber tersebut, menurut laporan Bloomberg yang dilansir dari The Star, Kamis (13/6/2019).

Alibaba disebut telah menunjuk China International Capital Corp. dan Credit Suisse Group AG sebagai underwriter.

Penawaran saham dari perusahaan terbesar China itu diperkirakan dapat meraup dana segar hingga US$20 miliar (Rp 285,7 triliun) meskipun Alibaba sendiri belum menentukan target penggalangan dananya, kata sumber tersebut.

Nilai tersebut akan menjadi IPO terbesar di Hong Kong sejak listing AIA Group Ltd. pada 2010, menurut data yang dikumpulkan Bloomberg.


IPO Pertama Bisa Cuan 187%, Tertarik Beli IPO Alibaba ke-2?Foto: Infografis/Kisah Sukses Jack Ma/Edward Ricardo



TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading