Draghi Ngotot, Euro Tak Tergoyahkan di Level Terkuat 11 Pekan

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
12 June 2019 - 21:00
Draghi Ngotot, Euro Tak Tergoyahkan di Level Terkuat 11 Pekan Foto: Mata uang (REUTERS/Cathal McNaughton)
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang euro masih bertahan dekat level tertinggi 11 pekan melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (12/6/19).

Namun belum adanya momentum penguatan baru membuat mata uang 19 negara ini belum mampu melaju naik lagi dan terkoreksi turun, kemungkinan akibat aksi ambil untung atau profit taking.

Pada pukul 20:19 WIB, euro diperdagangkan di kisaran US$ 1,1314 atau melemah 0,13% setelah sebelumnya sempat naik ke level US$ 1,1343, mengutip data dari Refinitiv.




Euro berhasil mencapai level tertinggi sejak 11 pekan atau sejak 22 Maret pada Jumat (7/6/19) lalu, sehari setelah pengumuman kebijakan moneter Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB).


Para trader sebelumnya berspekulasi ECB akan bersikap dovish dengan mengindikasikan akan menurunkan suku bunga acuan di tahun ini, mengikuti langkah Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Namun nyatanya ECB bergeming, sang gubernur Mario Draghi tidak memenuhi spekulasi tersebut. Draghi menyatakan suku bunga masih akan tetap 0% sampai semester pertama 2020.

Sebelum pengumuman kebijakan moneter ECB, pelaku pasar melihat ada probabilitas sebesar 75% suku bunga akan dipangkas sebesar 10 basis poin menjadi -0,1% tahun ini. Setelah rilis statement dari ECB, probabilitas turun jauh menjadi 45%.

Di sisi lain, pelaku pasar melihat ada peluang The Fed akan memangkas suku bunga sebanyak tiga kali di tahun ini. Yang paling cepat pada bulan Juli, kemudian September, dan terakhir di bukan Desember masing-masing sebesar 25 basis poin. Probabilitas tersebut terlihat dari perangkat FedWatch miliki CME Group.

Dua kondisi berbeda antara ECB dan The Fed tersebut tentunya menguntungkan bagi euro yang menjadi titik balik performa mata uang 19 negara ini. Sebelumnya euro terus mengalami tekanan akibat pelambatan ekonomi di Eropa. Kurs euro melawan dolar AS bahkan sempat mencapai titik terendah 2 tahun pada 23 Mei lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading