Restrukturisasi Utang, Saham Krakatau Melesat 6% dalam 3 Hari

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
12 June 2019 13:10
Restrukturisasi Utang, Saham Krakatau Melesat 6% dalam 3 Hari
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) ditutup melemah pada perdagangan sesi I, Rabu (12/6/2019), kendati dalam sepekan terakhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mencetak kinerja positif hingga 6,06%.

Bahkan data BEI mencatat, pada sesi I ini, investor asing masih doyan masuk ke saham baja BUMN ini setelah masuk Rp 22 juta di pasar reguler. Dengan demikian secara year to date atau tahun berjalan, investor asing masuk atau membeli bersih saham KRAS sebesar Rp 11 miliar.

Secara year to date saham KRAS mencatatkan kinerja positiif 4,48% dengan kapitalisasi pasar Rp 8,13 triliun.

Hingga Rabu ini, belum ada aksi korporasi signifikan dari emiten yang kini dipimpin Silmy Karim ini. 
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno sebelumnya juga mengakui bahwa kondisi utang KRAS sangat berat sehingga tidak ada jalan lain selain melakukan restrukturisasi dengan melibatkan bank milik negara.


"Krakatau Steel memang sangat berat ya karena permasalahannya banyak yang sudah lama," ujar Rini, Senin (8/4/2019).

"Tapi kami yakin bahwa ini bisa turn around dan ini dengan sinergi BUMN sekarang sudah keliatan sudah semakin membaik," jelas Rini.

Krakatau Steel memiliki utang yang sangat besar, yakni US$ 2,49 miliar atau Rp 34,86 triliun (kurs Rp 14.00) pada akhir 2018. Jumlah ini mengalami kenaikan 10,45% dibandingkan 2017 sebesar US$ 2,26 miliar.

Utang jangka pendek yang dimiliki KRAS lebih besar dibandingkan utang jangka panjang. Utang jangka pendek KRAS senilai US$ 1,59 miliar, naik 17,38% dibandingkan 2017 senilai US$ 1,36 miliar. Sementara utang jangka panjang pabrik baja pelat merah ini sebesar US$ 899,43 juta.

Bila proses restrukturisasi selesai, Rini bahkan meyakini KRAS bisa meraup untung pada tahun ini. "Sekarang secara operasi sudah jauh lebih efisien dengan restrukturisasi dari pinjamannya semua kita yakin tahun ini (KRAS) sudah akan untung," ujarnya.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim pada Senin pekan ini mengatakan saat ini proses restrukturisasi terus berlangsung. Pihaknya menargetkan paling tidak pada akhir Juni ini kesepakatan dengan semua kreditor bisa segera dikantongi. Namun dia enggan menjelaskan secara detail terkait rencana tersebut.

"Kesepakatan restrukturisasi paling enggak akhir bulan ini, enggak lebih dari bulan ini [Juni]. Kesepakatan dengan kreditor," kata Silmy kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Simak kinerja fundamental Krakatau Steel.
[Gambas:Video CNBC]



(tas/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading