Saham Bank Panin Dibidik CA Capital, Ini Respons OJK

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
10 June 2019 15:08
Saham Bank Panin Dibidik CA Capital, Ini Respons OJK
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan belum ada kemajuan terkait dengan rencana divestasi saham PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) atau Bank Panin milik ANZ Group.

Sesuai dengan ketentuan kepemilikan tunggal bank (single presence policy) di OJK, ANZ Group disyaratkan harus memilih antara menambah porsi kepemilikan atau melepas kepemilikan saham di PNBN.

"Pokoknya silakan saja. Saya belum tahu progres detailnya, itu di portfolionya, tapi pesan saya ya semua harus diikuti [peraturan]. Kalau ada kendala silakan konsultasi bagaimana prinsipnya, ketentuan harus tetap dipenuhi. Kendalanya bisa minimalisir," ujar Wimboh di Gedung Bank Indonesia, Senin (10/06/2019).



Sebelumnya diberitakan, konsorsium investor yang dipimpin CA Capital dikabarkan tertarik membeli saham Bank Panin.

Salah seorang investment banker yang menjadi sumber CNBC Indonesia yang tak bersedia disebutkan namanya, menyampaikan hal tersebut secara langsung.

CA Capital dikabarkan akan membeli saham PNBN pada harga saham kisaran price to book value 1,1x. Ini merupakan bagian dari rencana divestasi saham Bank Panin oleh ANZ Group.

PBV ini adalah penilaian harga saham dengan nilai buku perusahaan. Biasanya, saham yang memiliki rasio PBV besar, memiliki valuasi yang tinggi (overvalue) sedangkan saham yang memiliki PBV di bawah 1 memiliki valuasi yang rendah alias undervalue.

Pada September lalu, seperti yang diberitakan Bloomberg, ANZ sudah menunjuk Morgan Stanley sebagai penasihat untuk melepas kepemilikan saham Bank Panin.

Namun hingga saat ini belum jelas siapa yang akan menjadi pembeli 38,82% saham ANZ Group di Bank Panin yang tercatat atas nama Votraint No 1033 PTY Ltd.

"CA Capital itu konsorsium beberapa investor tapi di orang-orangnya merupakan investment banker dari Grup Djarum," kata sumber tersebut.

Dalam transaksi ini, jelasnya, CA Capital mendapatkan hak call option. Artinya, pada saat pemegang saham pengendali Bank Panin yaitu PT Panin Financial Tbk (PNLF) menjual kepemilikannya, maka CA Capital punya hak pertama untuk membeli.

Jadi CA Capital sudah melakukan negosiasi dengan dua pihak, ANZ Group dan Panin Financial. Hal itu mengantisipasi jika ke depan, Panin Financial punya rencana yang sama untuk melakukan divestasi.

CA Capital merupakan perusahaan investasi yang punya afiliasi dengan Grup Djarum. CA merupakan akronim dari nama Chandra Adisusanto, yang merupakan pemilik perusahaan investasi ini. Chandra Adisusanto, merupakan pemegang 10% saham PT BCA Sekuritas Indonesia, salah satu perusahaan efek yang menjadi anggota bursa, seperti yang tercantum dalam laporan keuangan. Sisanya 90% saham BCA Sekuritas dikuasai oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Mendapatkan informasi ini, CNBC Indonesia segera melakukan konfirmasi dengan manajemen Bank Panin. Presiden Direktur Bank Panin Herwidayatmo mengaku belum mendapatkan informasi tersebut.

"Manajemen Panin Bank tidak memperoleh informasi berkaitan dengan hal tersebut," kata Herwit, sapaan akrabnya, kepada CNBC Indonesia, Kamis (30/05/2019).

Spekulasi terkait penjualan saham ANZ ini terus merebak karena, batas waktu divestasi sudah mendekati batas akhir. Pasalnya berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/24/PBI/2012 tentang Kepemilikan Tunggal Perbankan Indonesia, badan hukum atau perseorangan yang memiliki saham lebih dari 25% pada satu bank harus menjadi pengendali.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Heru Kristiyana sempat mendesak agar ANZ Group segera memutuskan sikap kepemilikan saham di Bank Panin.

"Itukan opsi-nya dua, dia menjadi pemegang saham pengendali [PSP] dan jual kepada orang lain... Bisa milih mereka itu," kata Heru.

Pada perdagangan sesi II, pukul 14.46 WIB, harga saham Bank Panin stagnan pada level Rp 1.250/saham.

Simak strategi Bank Panin untuk mengembangkan teknologi informasi.
[Gambas:Video CNBC]
(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading