IHSG Semringah, tapi 5 Saham Ini Tekor hingga 22% Sepekan

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
03 June 2019 08:54
IHSG Semringah, tapi 5 Saham Ini Tekor hingga 22% Sepekan
Jakarta, CNBC Indonesia - Sepekan lalu (27-31 Mei), bursa saham Tanah Air hanya ditransaksikan dalam 4 hari perdagangan karena libur memperingati kenaikan Isa Al Masih. Meskipun begitu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selalu anteng di zona hijau.

Dalam sepekan itu, IHSG menduduki posisi ketiga dengan mencatatkan imbal hasil mencapai 2,51% dan menutup perdagangan akhir Mei di level 6.209,12.

Di tengah pergerakan IHSG yang semringah, terdapat emiten-emiten yang justru mencatatkan kinerja saham yang loyo. EMiten mana saja yang membukukan koreksi paling dalam selama sepekan lalu sehingga masuk dalam daftar top losers?

1. PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE)
Emiten batu bara, Alfa Energi Investama memimpin kategori top losers karena harga sahamnya anjlok hingga 21,85%, dari Rp 8.925/saham menjadi Rp 6.975/saham.


Besar kemungkinan, harga saham perusahaan terperosok disebabkan profit taking investor. Pasalnya pada periode 14-16 Mei 2019, FIRE mencatatkan kenaikan harga hingga 59,38%.

Atas peningkatan harga dan aktivitas yang di luar kebiasaan tersebut, pada 16 Mei, emiten batu bara satu ini masuk dalam daftar unusual market activity (UMA) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

2. PT Tira Austenite Tbk (TIRA)
Saham Tira Austenite terkoreksi hingga 21,26% dalam sepekan menjadi Rp 200/saham, di mana pada penutupan perdagangn Jumat lalu kapitalisasi pasar perusahaan mencapai Rp 116,58 miliar

Perusahaan didirikan pada 1971 sebagai dengan bisnis utama memasarkan produk-produk teknik dari Eropa, khususnya kawat las dan mesin las. Kemudian pada 1996 perusahaan melakukan diversifikasi usaha ke bisnis gas industri.


3. PT Majapahit Inti Corpora Tbk (AKSI)
Sepekan, saham Majapahit Inti Korpora mencatatkan penurunan harga saham sebesar 19,5% menjadi Rp 256/saham dari sebelumnya Rp 318/saham.

AKSI didirikan pada tahun 1990 dan dan merupakan perusahaan investasi yang fokus utama kegiatan usaha di bidang perdagangan umum mencakup properti, komoditas, dan telekomunikasi pertambangan.

4. PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK)
Harga saham Sentral Mitra pada perdagangan sepekan terakhir bulan Mei anjlok 18,87%, dari Rp 1.325/saham menjadi hanya Rp 1.075/saham.

LUCK adalah emiten yang bergerak di industri teknologi informasi dan baru tercatat di BEI pada 28 November 2018. Perusahaan melepas sebanyak 154,6 juta atau setara 21,6% sahamnya ke publickdengan harga penawaran Rp 286/saham. Alhasil, dari aksi ini perusahaan memperoleh dana segar mencapai Rp 44,06 miliar.

5. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL)
Dalam sepekan, harga saham Latinusa ini masuk kategori top losers karena terkoreksi hingga 16,59% dan menutup perdagangan bulan Mei di harga Rp 1.760/saham.

Emiten yang bergerak di bisnis tinplate atau baja lapis timah tersebut, pada 3 bulan pertama tahun ini mengantongi laba bersih fantastis dengan tumbuh 23 kali lipat menjadi US$ 2,24 juta atau setara Rp 31,84 miliar (asumsi kurs Rp 14.200/US$).

TIM RISET CNBC INDONESIA

(dwa/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading