IHSG Cuma Naik 2,51%, Ada Emiten yang Mampu Cuan 53%

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
03 June 2019 07:55
IHSG Cuma Naik 2,51%, Ada Emiten yang Mampu Cuan 53%
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan minggu terakhir bulan Mei, Jumat (31/5/2019), dengan menguat 2,51% ke level 6.2019,12 poin dan berhasil menduduki posisi ketiga di Asia.

Bursa saham utama Indonesia berhasil finis di zona hijau pada pekan lalu didukung oleh stimulus sentimen domestik yang positif.

Mulai meredanya kisruh politik dalam negeri, memberikan optimisme pelaku pasar untuk kembali masuk ke pasar saham, terutama investor asing yang hingga pekan lalu selama 16 hari beruntun selalu membukukan aksi jual bersih.


Investor asing diprediksi akan terus memburu aset-aset berbasis rupiah, setelah lembaga pemeringkat kenamaan Standard & Poors (S&P) memutuskan menaikkan peringkat utang Indonesia dari 'BBB-' menjadi 'BBB'. Ini menjadi kali pertama Indonesia diganjar peringkat BBB sejak 1995.

Di lain pihak, meskipun IHSG hanya mencatatkan penguatan 2,51%, tapi beberapa emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ada yang mampu mengantongi imbal hasil lebih dari 50%.

Akan tetapi, karena harga sahamnya yang begitu meroket, ada emiten yang masuk dalam radar pengawasan BEI.

Berikut daftar 5 saham top gainers dalam sepekan.


1. PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT)
Emiten penyedia dan distributor perangkat telekomunikasi, PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) memimpin dalam klasemen top gainers pekan ini dengan mencatatkan penguatan 52,58%, dari Rp 97/saham menjadi Rp 148/saham.

Penguatan tersebut besar kemungkinan didorong oleh technical rebound karena sepanjang pekan lalu (20-24 Mei), MKNT mencatatkan koreksi 47,6%. Dengan koreksi dalam tersebut seiring dengan peningkatan aktifitas, pada 27 Mei 2019, MKNT masuk dalam daftar saham yang bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).

Hingga saat ini, manajemen perusahaan belum memberikan tanggapan atau fakta material berkaitan dengan keputusan BEI tersebut.


2. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
Harga saham anak asuh Grup Sinarmas, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), melesat 45,71% menjadi Rp 10.200/saham. Ini membuat perusahaan berhasil menduduki posisi runner-up top gainers.

Lebih lanjut, pada pertengahan pekan (29 Mei), emiten TKIM juga sempat mencatatkan transaksi yang cukup besar di pasar negosiasi mencapai Rp 187 miliar dengan harga per saham sebesar Rp 8.500.


3. PT Steadfast Marine Tbk (KPAL)
PT Steadfast Marine merupakan perusahaan galangan kapal, didirikan awal tahun 2005 KPAL juga menyediakan jasa industri kelautan. Sepanjang pekan ini, harga saham KPAL mengalami meroket 43,65%, dari Rp 126/saham menjadi Rp 181/saham.

KPAL mencatatkan penurunan pendapatan hingga pada tahun 2018 menjadi Rp 152,02 miliar dari Rp 485, 57 miliar. Sementara itu, pada kuartal pertama tahun ini total pemasukan perusahaan menguat tipis ke level Rp 35,25 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di angka Rp 32,78 miliar.


4. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
Saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) juga masuk dalam jajaran top gainers pekan ini karena berhasil menguat 36,36% dan menutup perdagangan akhir Mei dengan harga Rp 360/saham.

Sebagai informasi KONI didirikan pada Oktober 1987 dan bergerak di bidang penjualan dan distribusi produk-produk fotografi. Hingga akhir Maret 2019, perusahaan berhasil mengantongi keuntungan Rp 1,09 miliar, setelah sebelumnya merugi Rp 509,85 juta di kuartal I tahun lalu.


5. PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL)
Sepanjang pekan ini, harga saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) naik 36,36% ke level Rp 600/unit saham. Akan tetapi, sama seperti MKNT, pekan ini, BELL juga masuk ke dalam daftar pengawasan BEI karena pergerakan saham yang diluar kebiasaan (UMA).

BELL baru terdaftar di BEI pada bulan Oktober 2017 dengan melakukan penawaran umum saham perdana kepada masyarakat sebanyak 300 juta unit saham dengan harga penawaran Rp 150/saham. Emiten tekstil satu ini sudah berdiri sejak 1971 dan mengeskpor produknya di Jepang, Amerika, Timur Tengah, Australia, dan Vietnam.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(dwa/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading