Euforia! Peringkat Utang RI Membaik, IHSG Melejit 1,72%

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
31 May 2019 16:45
IHSG ditutup melejit 1,72% per akhir sesi 2 ke level 6.209,12.
Investor asing memegang peranan penting dalam mendorong IHSG finis di zona hijau. Per akhir sesi 2, investor asing membukukan beli bersih senilai Rp 1,25 triliun di pasar reguler.

Kinclongnya kinerja rupiah sukses memantik aksi beli dari investor asing. Hingga sore hari, rupiah menguat 0,87% di pasar spot ke level Rp 14.270/dolar AS. Dinaikannya peringkat surat utang Indonesia direspons positif oleh mata uang Garuda.

Kala rupiah menguat, investor asing akan terhindar dari yang namanya kerguian kurs sehingga wajar jika aksi beli mereka lakukan di pasar saham tanah air.


Selain karena dinaikannya peringkat surat utang Indonesia, optimisme bahwa The Federal Reserve selaku bank sentral AS akan memangkas tingkat suku bunga acuan pada tahun ini ikut menjadi faktor yang membuat rupiah perkasa di hadapan greenback. Optimisme ini datang seiring dengan rilis data ekonomi AS yang relatif mengecewakan.

Kemarin, pembacaan kedua untuk angka pertumbuhan ekonomi AS periode kuartal-I 2019 diumumkan di level 3,1% (quarterly annualized). Memang lebih tinggi dibandingkan konsensus yang dihimpun Dow Jones sebesar 3%, namun lebih rendah ketimbang angka pada pembacaan awal yang sebesar 3,2%.

Dengan adanya perlambatan ekonomi, muncul harapan bahwa The Fed akan memangkas tingkat suku bunga acuan. Mengutip situs resmi CME Group yang merupakan pengelola bursa derivatif terkemuka di dunia, berdasarkan harga kontrak Fed Fund futures per 31 Mei 2019, probabilitas bahwa The Fed akan memangkas tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps pada tahun ini berada di level 31,5%.  Untuk pemangkasan sebesar 50 bps, probabilitasnya bahkan mencapai 35,4%.

Sementara itu, probabilitas bahwa tingkat suku bunga acuan akan dipertahan di level 2,25%-2,5% sepanjang tahun ini hanya sebesar 10,4%.

Saham-saham yang banyak dikoleksi investor asing pada hari ini di antaranya: PT Bank Mandiri Tbk/BMRI (Rp 223,8 miliar), PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (Rp 154,2 miliar), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk/BBRI (Rp 143,8 miliar), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM (Rp 139,5 miliar), dan PT Astra International Tbk/ASII (Rp 124,4 miliar).

TIM RISET CNBC INDONESIA
(ank/ank)
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading