Ritel Besar Tertekan, Fitch Proyeksi Penjualan Alfamart Kokoh

Market - Houtmand P Saragih & Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
22 May 2019 15:38
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) diestimasi oleh Fitch Ratings dapat mempertahankan penjualan yang kokoh pada kuartal kedua 2019
Jakarta, CNBC IndonesiaPT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) diestimasi oleh Fitch Ratings dapat mempertahankan penjualan yang kokoh pada kuartal kedua 2019. Hal ini terutama mengingat pada Mei-Juni adalah bulan puasa dan lebaran yang merupakan puncak konsumsi masyarakat Indonesia.

Hingga akhir Maret 2019, pendapatan pengelola toko ritel Alfamart ini naik 13,90% secara tahunan menjadi Rp 16,72 trilin dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 14,68 triliun. Pendapatan terbesar masih berasal dari sektor makanan (73,88%), disusul bukan makanan (26,11%) dan jasa (0,02%).

Sementara itu, laba bersih perusahaan meroket 67,11% year-on-year (YoY) menjadi Rp 201,71 miliar dari Rp 120,7 miliar pada kuartal I-2018.

Melansir notulen publix expose (pubex) AMRT pada 16 Mei 2019, rata-rata penjualan dari toko yang ada (Same Store Sales Growth) sampai dengan April 2019 berada di kisaran 9% secara tahunan, dimana 7% disumbangkan dari pertumbuhan basket size dan 2% dari traffic.


Berdasar rilis laporan Fitch pada 22 Mei 2019, pertumbuhan tersebut didukung oleh strategi pengelompokan toko yang efektif karena perusahaan menyesuaikan tata ruang toko untuk mengakomodasi permintaan pada outlet yang memiliki lalu lintas tinggi.

Target konsumen Alfamart adalah pekerja kantor di kawasan bisnis dengan lalu lintas yang cukup tinggi. Oleh karena itu, perusahaan memutuskan untuk menata ulang outlet-nya agar mampu mengakomodasi perilaku pembelian pekerja.

Alhasil, penjualan makanan dan minuman siap konsumsi yang menjadi preferensi para pekerja mampu tumbuh lebih pesat. Makanan dan minuman yang masuk dalam kategori siap konsumsi termasuk susu segar, air mineral, makanan ringan dan permen.

"Dengan jumlah toko lebih dari 15.000 toko saat ini, perusahaan lebih melihat ke kualitas dibandingkan dengan kuantitas. Penambahan jumlah gerai bukan lagi menjadi target utama perusahaan, namun perbaikan kualitas dari toko-toko yang sudah ada dan peningkatan pertumbuhan organic menjadi fokus kami," ungkap manajemen AMRT dalam notulen pubex.

Lebih lanjut, AMRT juga diuntungkan dari preferensi masyarakat Indonesia yang terus memilih format toko yang lebih kecil untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) anjlok 30% YoY, sedangkan pendapatan PT Hero Supermarket Tbk (HERO) terkoreksi 0,5% YoY.

Sebagai informasi berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), manajemen AMRT memutuskan membagikan dividen sekitar Rp 260 miliar atau setara 40% dari laba bersih tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 650,14 miliar.

Perusahaan sudah membayarkan sekitar Rp 150 miliar atau Rp 3,6/saham pada Desember 2018. Untuk sisanya, sekitar Rp 110 miliar atau Rp 2,64/saham akan dibagikan pada 18 Juni 2019.

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading