Astra Akuisisi Tol Surabaya-Mojokerto, BTN Rombak Direksi

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
20 May 2019 08:26
Astra Akuisisi Tol Surabaya-Mojokerto, BTN Rombak Direksi
Jakarta, CNBC Indonesia - Sepekan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum beranjak dari teritori negatif. Pada perdagangan Jumat, IHSG terkoreksi 1,17% ke level 5.826,87. Sedangkan, jika dihitung dalam sepekan, koreksi IHSG lebih dalam lagi, mencapai 6,16%.

Kinerja IHSG akhir pekan lalu senada dengan mayoritas indeks saham utama kawasan Asia yang juga ditransaksikan di zona merah: indeks Shanghai anjlok 2,48%, indeks Hang Seng melemah 1,16% indeks Straits Times terpangkas 0,69%, dan indeks Kospi turun 0,58%.



CNBC Indonesia merangkum peristiwa dan aksi emiten yang layak disimak sebelum perdagangan Senin (20/5/2019) dibuka:



1. Akuisisi 45% Ruas Tol Surabaya-Mojokerto, Astra Rogoh Rp1,7 T
PT Astra International Tbk (ASII) mengakuisisi 44,5% saham PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (JSM), pemegang konsesi jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) sepanjang 36,3 km melalui anak usahanya PT Astra Tol Nusantara senilai Rp 1,7 triliun.

Akuisisi saham tersebut, yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli saham JSM dari PT Moeladi sebesar 24,2% dan PT Wijaya Karya Tbk sebesar 20,3%, merupakan upaya ASTRA Infra untuk memperkuat portofolio investasi di ruas tol Trans Jawa.

Dengan selesainya proses akuisisi ini, ASTRA Infra kini memiliki 44,5% saham JSM, sedangkan selebihnya sebesar 55,5% dimiliki oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk.


2. BTN Ganti Satu Direksi dan Dua Komisaris
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Jumat (17/5/2019). Salah satu agenda adalah pergantian pengurus.


Dalam rapat tersebut terjadi pergantian komisaris dan direksi bank. Pemegang saham tidak memperpanjang masa bakti Iman Nugroho yang saat ini menjabat sebagai direktur keuangan dan treasuri BTN.

"Pergantian pengurus, salah satu yang udah 5 tahun, Pak Iman Nugroho. Sementara (tugas) dirangkap Pak Nixon [Napitupulu] sebagai direktur aset manajemen," ujar Maryono dalam konferensi pers RUPS Tahunan Bank BTN di Gedung BTN, Jakarta, Jumat (17/5/2019).


3. Persaingan Ketat, Laba Alfamart di Q1 Mampu Tembus Rp 202 M
Emiten ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatatkan laba bersih sepanjang 3 bulan pertama tahun ini mencapai Rp 202 miliar, naik 67% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 121 miliar. Kenaikan laba bersih ini seiring dengan peningkatan pendapatan perusahaan.

Mengacu laporan keuangan AMRT per kuartal I-2019, pendapatan pengelola toko ritel Alfamart ini naik 14% menjadi Rp 16,72 triliun, dari kuartal I-2018 sebesar Rp 14,68 triliun. Pendapatan terbesar diperoleh dari penjualan produk makanan sebesar Rp 12,35 triliun dari sebelumnya Rp 9,69 triliun.

Adapun penjualan produk non-makanan turun tipis menjadi Rp 4,36 triliun pada periode tersebut, dari sebelumnya Rp 4,98 triliun. Sisa pendapatan Alfamart dari bisnis jasa sebesar Rp 2,53 miliar dari sebelumnya nihil.


4. Pemegang Saham Restui Ilham Habibie Kuasai Bank Muamalat
PT Bank Muamalat Tbk menyetujui Al Falah Investments Pte Limited (Al Falah), perusahaan investasi bentukan Ilham Habibie, untuk mengakuisisi 50,3% saham milik perseroan. Selain itu, Kospin Jasa dan Lynx Asia juga akan masuk sebagai pemegang saham minoritas.

Sekretaris Perusahaan Bank Muamalat Hayunaji mengatakan ketiga perusahaan tersebut telah berkomitmen untuk mengikuti Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI dengan dana sekitar Rp 3 triliun. Rinciannya, dana dari Al Falah sebesar Rp 1,7 triliun, Kospin Jasa sebesar Rp 250 miliar dan Lynx Asia sebesar Rp 50 miliar.

"Dana tersebut telah masuk ke escrow account tetapi bukan di Bank Muamalat," ujarnya, seusai RUPS Tahunan dan Luar Biasa yang digelar pada Jumat (17/5/2019).




5. Suntik Iflix, MNC Berpeluang Raup Rp 1 T dari Rights Issue
Emiten media Grup MNC, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) berencana untuk menggalang dana segar lewat penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue guna menambah modal perusahaan.

Jumlah saham baru maksimum yang akan diterbitkan perusahaan adalah maksimal 1,14 miliar saham atau sebanyak-banyaknya 8% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh per tanggal 31 Desember 2018. Selain itu, manajemen mengungkapkan tidak ada pembeli siaga (standby buyer) pada rights issue kali ini.

Hanya saja, harga pelaksanaan rights issue tersebut belum diungkapkan. "Harga pelaksanaan akan ditentukan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku di pasar modal," tulis manajemen MNCN dalam keterbukaan informasi, Kamis (16/5/2019). (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading