Perundingan Corbyn - May Gagal, Pound Terjun Bebas

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
17 May 2019 20:49
Perundingan Corbyn - May Gagal, Pound Terjun Bebas
Jakarta, CNBC Indonesia Mata uang poundsterling terjun ke level terendah empat bulan di perdagangan terakhir pekan ini (17/5/2019), setelah pimpinan oposisi Jeremy Corbyn mengakhiri perundingan dengan Perdana Menteri Theresa May dengan nihil hasil.

Dengan demikian harapan untuk lolosnya proposal yang akan diajukan PM May ke Parlemen Inggris di awal Juni semakin tipis. Theresa May juga terancam lengser dari jabatannya sebagai perdana menteri.




Pada pukul 20:22 WIB pound diperdagangkan di kisaran US$ 1,2752 melemah 0,34%, mengutip data dari Refinitiv.

Corbyn yang merupakan pimpinan Partai Buruh mengatakan masih ada sedikit ruang untuk mencapai kesepakatan dengan pemerintah terkait proposal Brexit jika PM May membuat "perubahan yang signifikan", melansir Bloomberg.

PM May akan mengajukan proposal ke-empat kalinya pada Parlemen untuk di-voting pada awal Juni. Jika proposal itu lolos, sesuai janjinya perdana menteri wanita kedua Inggris setelah Margareth Thatcher ini akan mengumumkan tanggal pasti pengunduran dirinya sebagai perdana menteri.

Namun jika proposal kembali kandas, May akan mendapat desakan mundur dari Partai Konservatif pimpinannya. Posisi May sepertinya sudah terjepit, dan lengser hanya masalah waktu dan bagaimana caranya.

May meminta bantuan dan bernegosiasi dengan Partai Buruh sejak awal April untuk merancang proposal Brexit yang bisa diterima oleh parlemen. Perundingan selama enam pekan tidak menghasilkan apa-apa, Partai Buruh bahkan khawatir jika hasil voting parlemen menyepakati proposal tersebut, perdana menteri yang baru Partai Konservatif kemungkinan tidak akan menepati janji-janji May.

Salah satu kandidat kuat yang akan menggantikan May adalah Boris Johnson, mantan menteri luar negeri Inggris yang anti Uni Eropa, dan juga menentang hubungan May dengan Partai Buruh. Tokoh yang satu ini juga akan membuat pasar cemas, sikapnya yang anti Uni Eropa kemungkinan akan membawa Inggris keluar tanpa kesepakatan alias no-deal atau Hard Brexit.

Hard Brexit merupakan hal yang paling ditakuti oleh para pelaku pasar. Banyak prediksi muncul, mulai dari merosotnya ekonomi Inggris bahkan hingga memasuki resesi. Hal ini yang membuat mata uang poundsterling terus tertekan, bahkan sepanjang pekan ini tidak sekalipun berada di zona hijau.


TIM RISET CNBC INDONESIA  (pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading