Persaingan Ketat, Laba Alfamart di Q1 Mampu Tembus Rp 202 M

Market - Syahrizal Sidik & Monica Wareza, CNBC Indonesia
17 May 2019 16:03
Persaingan Ketat, Laba Alfamart di Q1 Mampu Tembus Rp 202 M
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatatkan laba bersih sepanjang 3 bulan pertama tahun ini mencapai Rp 202 miliar, naik 67% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 121 miliar. Kenaikan laba bersih ini seiring dengan peningkatan pendapatan perusahaan.

Mengacu laporan keuangan AMRT per kuartal I-2019, pendapatan pengelola toko ritel Alfamart ini naik 14% menjadi Rp 16,72 triliun, dari kuartal I-2018 sebesar Rp 14,68 triliun. Pendapatan terbesar diperoleh dari penjualan produk makanan sebesar Rp 12,35 triliun dari sebelumnya Rp 9,69 triliun.

Adapun penjualan produk non-makanan turun tipis menjadi Rp 4,36 triliun pada periode tersebut, dari sebelumnya Rp 4,98 triliun. Sisa pendapatan Alfamart dari bisnis jasa sebesar Rp 2,53 miliar dari sebelumnya nihil.



Sepanjang tahun lalu, laba bersih perseroan juga tumbuh mencapai Rp 650,13 miliar dari tahun sebelumnya Rp 300,27 miliar. Pendapatan bersih secara konsolidasi menembus Rp 66,82 triliun, naik 8,72% dari tahun sebelumnya Rp 61,46 triliun.

Presiden Direktur Sumber Alfaria Trijaya Hans Prawira mengatakan pertumbuhan pendapatan tahun lalu terutama didorong oleh pertambahan pendapatan gerai perseroan dan entitas anak, di samping pertumbuhan jumlah gerai sepanjang tahun 2018.

Hans menjelaskan, total gerai perseroan dan entitas anak tahun lalu bertambah menjadi 15.294 gerai, terdiri dari 13.679 gerai perseroan dan 1.615 gerai entitas anak. Sebanyak 33% gerai tersebar di Jabodetabek, 37,6% berada di wilayah Jawa non-Jabodetabek, dan 29,4% lainnya berada di luar Pulau Jawa.


"Selama 2018, perseroan fokus untuk meningkatkan pertumbuhan organik gerai-gerai yang ada," kata Hans, dalam keterangan pers yang diterima CNBC Indonesia, Jumat (17/5/2019).

Tahun lalu, katanya, perseroan tak melakukan penambahan jumlah gerai sepesat tahun sebelumnya karena lebih fokus pada pertumbuhan organik untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.

Strategi ini dijalankan di tengah perlambatan investasi nasional dan persaingan skema investasi yang ketat di tahun 2018. Sebab itu, perseroan fokus memperbaiki kinerja gerai waralaba dengan selektif dalam pembukaan gerai dan melakukan review keseluruhan kinerja gerai.

Tahun lalu perusahaan justru memperkuat bisnis penunjang, seperti peningkatan layanan gudang dan bermitra untuk mengembangkan peer to peer lending (P2P) untuk mediasi antara investor dengan anggota binaan perusahaan.

Di layanan gudang, perusahaan melakukan perbaikan proses bisnis dan layout gudang. Hingga tahun 2018, perusahaan mengelola 32 gudang dan entitas anak mengelola 10 gudang.

Dari segi P2P lending, perusahaan memediasi pihak investor sebagai pemilik modal dengan anggota outlet binaan Alfamart yang membutuhkan pinjaman modal dengan berbasis teknologi finansial yang terintegrasi dalam aplikasi.

Tahun lalu, kondisi bisnis cukup menantang karena terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat ke arah leisure ekonomi seiring dengan semakin terbukanya informasi melalui berbagai media digital.

Pada perdagangan sesi II, Jumat ini (17/5/), saham AMRT naik 1,63% di level Rp 935/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 38,83 triliun.
(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading