Laba Naik 11,51%,Induk SCTV Bagi Dividen Rp 51/saham

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
16 May 2019 16:46
Laba Naik 11,51%,Induk SCTV Bagi Dividen Rp 51/saham
Jakarta, CNBC Indonesia - Rapat Umum Pemegang Saham emiten media PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 742,38 miliar.

Nilai itu setara dari 50% laba bersih perusahaan untuk tahun buku 2018 sebesar Rp 1,48 triliun. Dengan demikian, pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp 51 per saham, termasuk dividen interim yang telah dibagikan pada 28 Desember 2018 lalu.

Direktur SCMA Rusmiyati Djajaseputra menyatakan pembagian dividen final tersebut telah mempertimbangkan risiko yang bisa menyebabkan kekayaan bersih perusahaan menjadi lebih kecil dari modal ditempatkan dan ditambah cadangan wajib.

"RUPS menyetujui pembagian dividen pay out ratio sebesar 50% dari laba bersih untuk tahun buku," kata Rusmiyati, saat paparan publik di SCTV Tower, Jakarta, Kamis (16/5/2019).


Sepanjang tahun 2018, SCMA membukukan kenaikan pendapatan hingga 12,3% secara tahunan menjadi Rp 5 triliun, dibanding tahun 2017 sebesar Rp 4,45 triliun.

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih perusahaan juga tumbuh hingga 11,51% YoY menjadi Rp 1,48 triliun, di mana margin bersih yang berhasil dikantongi mencapai 29,68%.

Pada ahun ini, SCMA menargetkan pendapatan bisa tumbuh pada kisaran 8% dan laba bersih dapat tumbuh 10%. Untuk menggenjot target capaian tersebut, SCMA akan memperkuat strategi diversifikasi di linis bisnis digital.

Oleh karena itu, pada tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 580 miliar. Pendanaan belanja modal tersebut sepenuhnya bersumber dari kas internal perusahaan.

"Belanja modal akan dipakai untuk maintenance Rp 200 miliar, sisanya ada proyek baru yang dicanangkan oembangunan infrastruktur di Jawa Timur, dan renovasi fasilitas yang ada di Jakarta," ujar dia.

Selain itu, dalam RUPS kali ini, pemegang saham SCMA menyetujui rencana perusahaan untuk menerbitkan saham baru melalui metode Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMED).

Melalui PMTHMED, perusahaan rencananya akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,46 miliar saham atau maksimal 10% dari jumlah modal ditempatkan dan telah disetor SMCA.

Dana segar yang nantinya diperoleh dari penerbitan saham baru akan digunakan untuk tambahan modal kerja dan mengakuisisi perusahaan yang bergerak di media digital, yaitu PT Vidio Dot Com (Vidio.com), PT Kapanlagi Dot Com Networkd (KLY), PT Binary Ventura Indonesia (BVI).

Akuisisi tiga perusahaan tersebut menelan biaya investasi sebesar Rp 360 miliar. Tiga perusahaan yang dikuisisi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi 10% terhadap pendapatan perseroan di tahun 2019.

"Hari ini kita lakukan eksekusinya, untuk pemindahan kepemilikan saham akhir bulan ini akan selesai," kata Sutanto Hartono, Direktur Utama SCMA. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading