Jasnita Bidik Pendapatan Naik 50% Usai IPO, Ini Strateginya

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
16 May 2019 - 12:11
Jasnita Bidik Pendapatan Naik 50% Usai IPO, Ini Strateginya
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten anyar di Bursa Efek Indonesia, PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) menargetkan pertumbuhan pendapatan mencapai 50% di akhir tahun ini dari tahun lalu. Laba bersih juga ditargetkan tumbuh 10%-15%.

Perseroan akan mengandalkan bisnis call center dan media luar ruang guna mengerek pendapatan perusahaan di tahun ini.

Direktur Jasnita Telekomindo Tjokro Wimantara mengatakan pendapatan perusahaan masih ditopang oleh kontribusi dua divisi usahanya tersebut, masing-masing berkontribusi sebesar 40%.
 

"Call center saat ini berkontribusi hampir 40% kemudian ada lagi kontribusi terbesar dari sisi media itu di-subdiary [anak usaha] kami, media luar ruang papan iklan di atas motor, itu salah satu kontributor terbesar untuk revenue kami," kata Tjorko di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (16/5), usai pencatatan saham perdana saham JAST.


Adapun pendapatan lainnya akan disumbangkan oleh bisnis project, smart city dan jasa. Hingga akhir tahun lalu, perusahaan mengantongi pendapatan senilai Rp 109 miliar dengan margin laba bersih berada di kisaran 10%-15%.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Direktur Utama perusahaan Welly Kosasih mengatakan bisnis call center perusahaan saat ini paling besar digunakan untuk layanan emergency call 112 yang dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Diakuinya, Jasnita menyediakan layanan di nomor tersebut untuk wilayah kerja yang tersebat di 40 kabupaten/kota di pulau Jawa dan Sumatera. Untuk korporasi, perusahaan juga menyediakan layanan call center untuk BPJS Ketenagakerjaan.


Pada saat pencatatan perdana pagi tadi, sempat stagnan, harga saham JAST langsung terkena auto reject atas (ARA) atau penolakan otomatis oleh Jakarta Automated Trading System (JATS) karena kenaikan harga saham yang melebihi persentase tertinggi.

Pada perdagangan pukul 10.45 WIB, Kamis (16/5/), saham JAST melonjak hingga 49,59% di level Rp 368/saham dengan nilai transaksi Rp 4,82 juta dan volume perdagangan relatif kecil yakni 13.100 saham.

Harga perdana emiten penyedia peralatan telekomunikasi dan perlengkapan komputer ini di level Rp 246/saham.

Perseroan menawarkan 203,40 juta sahamnya ke publik atau sebanyak 25% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Dari aksi ini perusahaan memperoleh dana senilai Rp 50,03 miliar.


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading