Italia Akan Membangkang Dengan UE, Euro Anjlok

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
15 May 2019 20:35
Italia Akan Membangkang Dengan UE, Euro Anjlok Foto: euro (REUTERS/Heinz-Peter Bader)
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang euro sepertinya akan batal menguat pada perdagangan Rabu (15/5/19) akibat kabar jika Italia akan mengabaikan aturan APBN Uni Eropa (UE). Mata uang 19 negara ini sebelumnya sempat menguat pasca rilis data produk domestik bruto (PDB) Jerman, namun setelahnya berbalik melemah.

Pada pukul 20:00 WIB, euro diperdagangkan di kisaran US$ 1,1181, setelah sebelumnya sempat naik ke US$ 1,1216, mengutip kuotasi MetaTrader 5.
Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini mengatakan jika dibutuhkan Italia akan melanggar aturan defisit anggaran 3% dari PDB, dan rasio utang 130 - 140% PDB agar tingkat pengangguran turun ke 5%, melansir laporan Reuters.


Salvini menambahkan Pemerintah Italia akan melakukan belanja yang diperlukan untuk mencapai target tersebut, dan tidak peduli jika dipermasalahkan oleh pejabat-pejabat UE.


Pernyataan tersebut memicu kecemasan akan kondisi ekonomi Italia ke depannya, jika Pemerintah Italia terlalu "boros" dan utangnya semakin membengkak, dikhawatirkan akan terjadi krisis utang hingga gagal bayar seperti Yunani. Apalagi Italia sebagai negara dengan perekonomian terbesar ketiga di Uni Eropa sudah mengalami resesi pada akhir 2018 lalu.


Sementara itu data dari Jerman siang tadi menunjukkan PDB kuartal-I 2019 tumbuh 0,4% sesuai dengan prediksi di Forex Factory. Data ini sedikit memberikan kelegaan, setelah hasil buruk dua kuartal sebelumnya.



Pada kuartal-III 2018, PDB negara dengan perekonomian terbesar di Uni Eropa ini 0,2%, sementara di kuartal-IV 2019 stagnan 0% sehingga nyaris mengalami resesi.

Namun sayangnya sentimen positif dari Jerman langsung dimentahkan oleh kecemasan akan kondisi ekonomi Italia yang membuat euro tertekan.
Tekanan bagi euro bahkan belum reda meski data penjualan ritel AS yang dirilis 19:30 WIB lalu dirilis mengecewakan. Euro kini menuju penurunan tiga hari beruntun akibat Italia yang bandel.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(pap/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading