Jelang RUPS dan Perubahan Manajemen, Ini Kinerja Bank BUMN

Market - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
13 May 2019 12:07
Jelang RUPS dan Perubahan Manajemen, Ini Kinerja Bank BUMN
Jakarta, CNBC Indonesia - Keempat bank milik negara (BUMN), yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan mengalami perombakan kepengurusan manajemen pekan ini.

Hal tersebut akan diputus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang seluruhnya secara berturut-turut akan dilakukan pekan ini. Kementerian BUMN mengatakan perombakan dilakukan atas dasar fleksibilitas.

Namun, bagaimana kinerja bank-bank BUMN tersebut ada kuartal I 2019?



1. Bank BRI

Laba bersih Bank BRI pada kuartal I-2019 sebesar Rp8,2 triliun atau naik 10,42% dari periode yang sama di tahun 2018 tahun lalu sebesar Rp 4,2 triliun. Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh pendapatan non bunga atau fee based income yang tumbuh 16,49% menjadi Rp 3,14 triliun.

Secara rata-rata kredit tumbuh 12%-13%. Adapun target pertumbuhan kredit tahun ini ditargetkan di kisaran 12%-14%. Adapun dana pihak ketiga tumbuh 13%. Manajemen juga menargetkan rasio kredit bermasalah 2%-2,5%.

2. Bank Mandiri

Laba bersih Bank Mandiri pada kuartal I-2019 mengalami pertumbuhan sebesar 23,4% hingga menembus Rp 7,2 triliun. Kenaikan ini disokong oleh kenaikan pendapatan bunga sebesar 15,05% yoy, penurunan biaya CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) atau penurunan cost of credit seiring dengan perbaikan kualitas kredit, hasil pengelolaan manajemen risiko dan portfolio kredit yang lebih optimal, dan pengendalian biaya operasional.

Adapun total kredit perseroan naik sekitar 12% yoy menjadi Rp 790,5 triliun. Pertumbuhan kredit itu terjadi di seluruh segmen penyaluran kredit. Lebih rinci, segmen korporasi dan kelembagaan tumbuh 18% yoy mencapai Rp301,9 triliun dan segmen mikro tumbuh 24,4% dengan nilai penyaluran Rp106,5 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit segmen konsumer di kuartal I ini mencapai Rp87,2 triliun atau tumbuh 9,2%.

Pertumbuhan kredit Bank Mandiri ini juga dikontribusi dari kinerja penyaluran kredit perusahaan anak Bank Mandiri, yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank Mantap, Mandiri Tunas Finance (MTF) dan Mandiri Utama Finance (MUF). Secara total, kredit dari perusahaan anak ini tumbuh 19,8% yoy mencapai Rp105,9 triliun.

Adapun dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 7,6% atau meningkat Rp58,5 triliun dibandingkan kuartal I 2018 menjadi Rp827,8 triliun. Sementara, net interest margin (NIM) turun 14 bps menjadi 5,66% karena terdampak shifting mix portfolio kredit ke segmen dengan risiko yang lebih rendah.

3. Bank BNI

Pada kuartal I 2019 Bank BNI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 4,08 triliun atau naik 11,5% dari periode yang sama tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp 3,66 triliun.

Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 4,3% menjadi Rp 8,86 triliun dari sebelumnya Rp 8,5 triliun di Maret 2018.

Sementara, kredit tumbuh 18,6% menjadi Rp 521,35 triliun di kuartal I-2019. Penyaluran kredit tersebut ditopang oleh penyaluran kredit di sektor korporasi swasta yang tumbuh 23,3% menjadi Rp 163,61 triliun. Adapun kredit sindikasi ke BUMN tumbuh 26,7% menjadi Rp 105,72 triliun.

Dari sisi rasio kredit bermasalah atau NPL BNI terjaga di level 1,9%. Sedangkan rasio intermediasi (LDR) masih di posisi 91,3%. BNI berhasil mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 575,75 pada periode tersebut atau tumbuh 16,8%.

4. Bank BTN

Pertumbuhan laba bersih PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) pada kuartal pertama tahun ini mengalami perlambatan dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal 1 tahun 2018 laba bersih BBTN tercatat tumbuh 15,13% mencapai Rp684 miliar. Sementara kuartal 1 tahun ini laba bersih hanya tumbuh 5,67% mencapai Rp723 miliar.

Laba bersih kuartal 1 tahun ini melambat terutama karena marjin bunga bersih/net interest income (NII) perusahaan tertekan. Adapun NII perusahaan kuartal satu ini naik 1,44% menjadi Rp 2,4 triliun dari posisi NII kuartal 1 2018 sebesar Rp 2,36 triliun.

Net interest margin (NIM) Bank BTN pada kuartal pertama tertekan lantaran cost of fund naik lebih tinggi ketimbang pendapatan bunga kredit. Sementara, Fee Base Income Bank BTN tumbuh kencang di level 45%. Fee Base Income ini yang menopang pertumbuhan laba BBTN kuartal 1 tahun ini.

Pada kuartal I-2019 ini BTN mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan naik 19,57% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp202,5 triliun pada kuartal I-2018 menjadi Rp242,13 triliun. Kredit perbankan secara nasional naik di level 12% yoy per Februari 2019.

Simak video tentang kinerja BUMN di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading