Wow! BI Siapkan Rp 100 T untuk Buyback Surat Berharga Negara

Market - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
09 May 2019 05:10
Bank Indonesia (BI) telah berjuang keras beberapa waktu terakhir demi menahan gejolak nilai tukar rupiah.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) telah berjuang keras beberapa waktu terakhir demi menahan gejolak nilai tukar rupiah.

BI melakukan intervensi di tiga titik sekaligus, yaitu pasar spot, pasar Domestic Non-Delivery Forward [DNDF], hingga pasar Surat Berharga Negara [SBN].

Khusus yang terakhir, BI habis-habisan masuk di pasar SBN untuk menahan 'kaburnya' dana asing.


Harga obligasi rupiah pemerintah kembali terkoreksi pada perdagangan Rabu ini (8/5/2019) dan membuat tingkat imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) seri 10 tahun yang menjadi acuan akhirnya tembus angka psikologis 8,02%.

SUN tenor 10 tahun adalah seri yang paling dijadikan acuan di pasar obligasi, baik di pasar domestik maupun internasional.

"BI masuk pasar spot, kemudian DNDF lalu berupaya di pasar SBN dengan menyerap cukup banyak," kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah kepada CNBC Indonesia, Rabu Malam (8/5/2019).



Pada Rabu (8/5/2019), US$ 1 setara dengan Rp 14.290 kala penutupan pasar spot. Rupiah melemah 0,11% dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya. Sebelumnya rupiah sempat menyentuh level Rp 14.313/US$ pada perdagangan siang hari.

"BI sudah memiliki [SBN] Rp 213 triliun, dan memerlukan tambahan sekitar Rp 100 triliun untuk building stock dalam rangka operasi moneter," kata Nanang.

Nanang menjelaskan secara lengkap kenapa BI harus masuk pasar SBN.

"Kami harus masuk intervensi membeli SBN di pasar sekunder karena untuk mencegah terjadinya sell-off di pasar SBN untuk menjaga market confidence," ujarnya.

"Selain itu bila terjadi penjualan oleh investor asing dalam skala besar maka akan memukul balik ke Rupiah karena mereka akan mengkonversi hasil penjualan SBN tersebut ke valas," lanjut Nanang.

Wow! BI Siapkan Rp 100 T untuk Buyback Surat Berharga NegaraFoto: Nanang Hendarsah (dok. Bank Indonesia)


Oleh karena itu, lanjut dia, BI akan siap siaga menjaga stabilitas Rupiah dan pasar SBN karena besarnya kepemilikan asing di SBN.

"Namun, hemat kami pelepasan SBN oleh asing ini sementara karena lebih disebabkan sentimen negatif (risk off) yang dipicu tereskalasinya ketegangan yang sesaat antara AS dan China terkait negosiasi sengketa dagang.

Artikel Selanjutnya

Rupiah Masih Betah di Rp 15.400/US$ Ini Kata BI


(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading