Dinyatakan Pailit, Anak Usaha TPS Food Mulai Hitung Aset

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
07 May 2019 16:04
Dinyatakan Pailit, Anak Usaha TPS Food Mulai Hitung Aset
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Dunia Pangan, anak usaha PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) yang menjalankan bisnis beras telah dinyatakan pailit. Saat ini perusahaan telah menyerahkan sepenuhnya proses kepada kurator yang telah ditunjuk oleh pengadilan.

Komisaris Dunia Pangan Dede Rusamsi mengatakan penghitungan nilai aset yang akan dilepas untuk menyelesaikan kewajibannya kepada sejumlah kreditor akan dilakukan oleh kurator.


"Untuk total aset bisa tanya ke Pak Wandi, itu kuratornya. Bukan menyerahkan tetapi keputusannya pengadilan adalah pailit," kata Dede kepada CNBC Indonesia, Selasa (07/05/2019).


Anak usaha TPS Food di divisi beras telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang karena tak mampu membayarkan pinjamannya ke sejumlah kreditor.

Diperkirakan utang tersebut nilainya mencapai Rp 3,8 triliun, senilai Rp 1,4 triliun merupakan utang kepada kreditur separatis dan Rp 2,5 triliun utang kepada kreditor konkruen.

Adapun terdapat empat perusahaan divisi beras yang dinyatakan pailit, yakni PT Dunia Pangan bersama dengan tiga anak usahanya PT Jatisari Rejeki, PT Indo Beras Unggul dan PT Sukses Abadi Inti Karya.

Terkait putusan hakim Pengadilan Negeri Semarang atas Dunia Pangan dan anak usaha tersebut, manajemen TPS Food menyatakan sedang menyiapkan langkah hukum untuk merespons putusan pailit yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Semarang.

Direktur Utama TPS Food Hengky Koestanto mengatakan sedang mendiskusikan hal ini dengan tim legal perseroan untuk mengambil langkah selanjutnya.

"Kami masih rapat dengan (tim) legal," kata Hengky menjawab pesan singkat CNBC Indonesia saat ditanya soal putusan Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (07/05/2019).

Sekretaris Perusahaan Michael Hadylaya juga menyampaikan bahwa perusahaan sudah mendengar putusan tersebut. "Kami dengar seperti ini, cuma kami belum dapat salinan putusannya," kata Michael, saat dihubungi CNBC Indonesia pada waktu yang sama. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading