Harga Batu Bara Turun, Laba Adaro Malah Melesat 60%

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
01 May 2019 10:35
Harga Batu Bara Turun, Laba Adaro Malah Melesat 60%
Jakarta, CNBC Indonesia - Meskipun harga batu bara di pasar internasional sedang mengalami tekanan, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mampu membukukan kenaikkan laba bersih selama kuartal I-2019.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia, laba bersih Adaro tercatat naik 59,60% menjadi US$ 118,80 juta atau setara dengan Rp 1,69 triliun (dengan kurs Rp 14.287/US$).

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Garibaldi Thohir Adaro mengatakan pencapaian operasional dan keuangan yang solid pada kaurtal I-2019, mencerminkan model bisnis terintegrasi yang kokoh serta keunggulan operasional.

"Kami berhasil mengendalikan biaya, mempertahankan marjin yang sehat dan terus memberikan pengembalian pemegang saham," kata Boy, begitu Garibaldi Thohir biasa disapa, dalam siaran pers yang disampaikan, Rabu (30/04/2019).


Pada kuartal I-2019 harga batu bara Newcastle yang sering dijadikan acuan global amblas 9,11%. Bahkan rata-rata harga batu bara Newcastle sepanjang periode tersebut menyentuh level US$ 96,67/metrik ton.

Lebih rendah 6,06% dibanding rata-rata tahun 2018 yang mencapai US$ 102,91/metrik ton.
Namun Adarop pada periode yang sama mampu membukukan kenaikan pendapatan usaha naik 11% menjadi US$ 846 juta. Ini didukung pertumbuhan produksi sebesar 26% secara tahunan menjadi 13,75 metrik ton.

Sementara itu, harga jual rata-rata batu bara Adaro turun 10%, namun relatif sama dalam perbandingan kuartal per kuartal.

Beban Pokok pendapatan tercatat naik 8,22% menjadi US$ 846,48 juta dari US$ 763,96 juta. Sementara beban usaha naik 26% menjadi US$ 68 juta dibandingkan US$ 54 juta pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Semenatara itu, royalti yang dibayarkan kepada Pemerintah dan Pajak Penghasilan Badan Royalti yang dibayarkan kepada Pemerintah RI naik 16% menjadi US$ 92 juta. Adaro juga membukukan pajak penghasilan badan sebesar US$ 86 juta pada kuartal I. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading