Wow! Q1-2019, PP Presisi Bukukan Kenaikan Laba Hingga 70%

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
30 April 2019 08:57
Wow!  Q1-2019, PP Presisi Bukukan Kenaikan Laba Hingga 70%
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten konstruksiĀ PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan laba bersih sebesar Rp 101 miliar, atau naik 70% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 59,6 miliar.

Benny Pidakso, Direktur Keuangan PPRE menyatakan dengan kenaikan laba bersih perusahan itu juga meningkatkan nilai laba per saham menjadi Rp 60 per saham. Benny menyebut, pada tahun ini PPRE menargetkan laba bersih bisa mencapai Rp 600 miliar.

"Marjin laba PPRE pada kuartal I 2019 tercatat naik 11,65% dibandingkan dari yang sama tahun 2018 sebesar 9,55%," ungkap Benny dalam keterangan pers, Selasa (30/4/2019).

Menurut dia, pertumbuhan laba antara lain ditopang oleh peningkatan pendapatan. Pada kuartal I 2019, PPRE meraih pendapatan sebesar Rp 867 miliar, naik 39% dibandingkan kuartal I 2018 sebesar Rp 623,6 miliar.


Peningkatan pendapatan anak usaha PT PP (Persero) Tbk (PTPP) itu, berasal dari order book yang sedang dikerjakan senilai Rp12,8 triliun. Order book ini terdiri dari kontrak baru PPRE per Maret 2019 sebesar Rp1,61 triliun dan carry over tahun 2018 sekitar Rp11,2 triliun.

"Sebagian besar pendapatan atau lebih dari 80%, berasal dari segmen konstruksi. Sisanya adalah dari persewaan peralatan dan ready mix," terang Benny.

Jika ditinjau dari sisi geografis, pendapatan terbesar PPRE dikontribusikan oleh wilayah Sumatera. Di kawasan tersebut, PPRE di antaranya sedang mengerjakan proyek bendungan Way Sekampung dan Formwork Pollux Batam. Adapun untuk tahun 2019, PPRE menargetkan pendapatan sebesar Rp 4,2 triliun, naik 37,6% dibandingkan realisasi pendapatan perseroan sepanjang tahun 2018.

Untuk mencapai pendapatan tersebut, sepanjang tahun ini anak usaha PT PP Tbk (PTPP) mematok target kontrak senilai Rp 5 triliun-Rp 6 triliun.

Benny menyebutkan dengan target kontrak tersebut di 2019 ini PP Presisi optimis bisa berkontribusi 5% untuk kontrak induk usahanya, sementara di tahun lalu hanya berkontribusi sebesar 2,5%. "Kalau lihat infra marketnya masih besar dan ada kapasitas untuk pekerjaan infrastruktur, kita baru bisa create 2,5% kontrak dari PP jadi masih ada pasar yang bisa dikelola," jelas dia. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading