Penjualan Stabil, Laba HM Sampoerna Kuartal I Cuma Naik 8%

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
26 April 2019 18:11
Penjualan Stabil, Laba HM Sampoerna Kuartal I Cuma Naik 8%
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) mencatatkan kinerja keuangan yang relatif stagnan sepanjang kuartal I-2019.

Pendapatan perusahaan hanya tumbuh tipis 2,89% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 23,81 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp 23,14 triliun.

Meski laju pertumbuhan pendapatan relatif stabil, laba bersih perusahaan masih tumbuh cukup baik sebesar 8,35% YoY menjadi Rp 3,29 triliun dari sebelumnya Rp 3,03 triliun. Dengan kata lain, HMSP berhasil mengantongi margin bersih sebesar 13,8% dari periode kuartal I-2018 yang tercatat 13,11%.



Alhasil, laba bersih per saham dasar yang mampu didistribusikan naik dua rupiah menjadi Rp 28/saham, dibanding kuartal I-2018 Rp 26/unit saham.

Berdasarkan laporan keuangan interim perusahaan, faktor yang mendukung kinerja bottom line (laba) tumbuh adalah terkoreksinya proporsi beban pokok penjualan dan peningkatan pada pos pendapatan keuangan.

Hingga akhir Maret 2019, emiten rokok ini membukukan beban pokok penjualan sebesar Rp 17,92 triliun atau setara 75,28% dari total penjualan, sedangkan di kuartal pertama tahun lalu, proporsi beban pokok penjualan mencapai 76,24%.

Dengan hanya mencatatkan penurunan sekitar 1% pada proporsi tersebut, laba kotor HMSP sudah mampu tumbuh 7,08% YoY.

Nah, kinerja keuangan semakin membaik dengan adanya kenaikan hingga 82,25% YoY pada pendapatan keuangan. Pos pendapatan keuangan ini naik menjadi Rp 348,59 miliar, sedangkan di kuartal I-2018 senilai Rp 191,27 miliar.

Di lain pihak, pada 3 bulan pertama tahun ini, total aset perusahaan bertambah menjadi Rp 56,59 triliun dari akhir tahun 2018 yang senilai Rp 46,6 triliun.

Peningkatan aset HMSP didukung oleh pertumbuhan pada pos kas dan setara kas, pos persediaan, dan pos uang muka pembelian tembakau.

Total liabilitas juga tumbuh menjadi Rp 17,93 triliun di kuartal pertama tahun ini, dari capaian akhir tahun lalu sebesar Rp 11,24 triliun. Pertumbuhan pada total liabilitas dikarenakan adanya kenaikan pada pos utang cukai dan utang usaha dengan pihak berelasi.

Sementara itu, total ekuitas dari anak perusahaan PT Philip Morris Indonesia (afiliasi dari Philip Morris International Inc) ini hingga akhir Maret 2019 mencatatkan perolehan senilai Rp 38,66 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(dwa/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading