Negosiasi dengan Wika, Astra Siap Caplok Ruas Tol Surabaya

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
26 April 2019 17:18
Negosiasi dengan Wika, Astra Siap Caplok Ruas Tol Surabaya
Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Astra International Tbk (ASIImenyatakan masih mengkaji lebih lanjut terkait dengan rencana masuk membeli saham PT Jasamarga Surabaya Mojokerto, pengelola ruas jalan tol Mojokerto-Surabaya (Jawa Timur).

Pasalnya, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga berencana mendivestasi atau melepas 20% kepemilikan saham pada perusahaan tersebut dan tengah bernegosiasi dengan Astra.

Saat ini pemegang saham Jasamarga Surabaya Mojokerto yakni PT Jasa Marga Tbk sebesar 55%, WIKA 25% dan PT Moeladi 25%.


Tira Ardianti, Head of Investor Relations Astra International menjelaskan, pihaknya selalu membuka peluang terkait ekspansi bisnis baru, terutama yang berkenaan dengan infrastruktur dan logistik.

Sebab menurut dia, Astra tidak hanya bisa bergantung pada satu komoditas, melainkan mendiversifikasi bisnis, termasuk investasi di jalan tol.

Investasi di bisnis tol, kata Tira, sejalan dengan kebijakan pemerintah yang gencar membangun infrastruktur. "Astra selalu membuka berbagai peluang bisnis ke depan. Infrastruktur adalah keharusan, karena pemerintah membutuhkan dukungan dari swasta," kata Tira, kepada wartawan di Menara Astra, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Komposisi Pemegang Saham Jasamarga Surabaya Mojokerto
PT Jasa Marga (Persero) Tbk.: 55%
PT Moeladi: 25%
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.: 25%

Data Teknis Ruas Tol
Panjang:36,3 Km
Biaya Investasi:Rp. 3,79 T
Masa Konsesi:2007-2049
Sistem operasi:Terbuka dan Tertutup
Sumber: Jasa Marga


Pelabuhan
Selain investasi di jalan tol, kata Tira, Astra juga tengah mengkaji beberapa proyek infrastruktur lain seperti pelabuhan. Proyek-proyek itu sudah ada di pipeline (rencana bisnis), hanya saja belum bisa dikemukakan kepada publik.

"Yang jelas Astra akan ambil keputusan yang terbaik bagi shareholders [pemegang saham]," kata dia.

Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiarto mengatakan perseroan bakal mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 30 triliun. Sumber pendanaan belanja modal Astra murni sepenuhnya dari kas internal.


Rinciannya, angka Rp 30 triliun itu terdiri dari belanja modal PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp 15 triliun, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Rp 1,7 triliun, ekspansi jalan tol, pembangunan outlet baru sebesar Rp 2,5 triliun. Selebihnya, belanja modal yang berkaitan dengan teknologi informasi (IT) yang diperlukan anak usaha Grup Astra.

Angka Rp 30 triliun bukan angka mutlak, tak menutup kemungkinan bila ada bidang investasi yang menarik, perseroan tak akan segan merogoh pundi-pundinya untuk menambah belanja modal dan investasi.

Sebagai perbandingan, belanja modal Astra 2017 sebesar Rp 23 triliun dan 2018 sebesar Rp 40 triliun.

"Kami ada akuisisi tambang emas Martabe senilai US$ 1 miliar, tahun 2019 perkiraan kalau tidak ada sesuatu yang baru baru lagi, kemungkinan ke arah Rp 30 triliun kalau ada bidang yang kami masuki dan menggiurkan akan kami tambah belanja modal dan investasi," ungkap Prijono, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Menara Astra, Kamis (25/4/2019).

Saat ini dalam pipeline, sudah ada beberapa yang disiapkan untuk ekspansi bisnis, sektornya tidak jauh bergerak di bidang infrastruktur, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), asuransi hingga jalan tol.

"Sudah ada di pipeline, belum bisa dikemukakan, Astra tidak jauh-jauh akan berinvestasi di PLTU, asuransi jiwa, jalan tol," tegas Prijono.

Simak ulasan prospek penjualan otomotif dari Astra tahun ini.
[Gambas:Video CNBC]
(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading