Rupiah Masih Ngotot di Bawah Rp 10.000 Lawan Dolar Australia

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
25 April 2019 18:02
Bank Indonesia (BI) yang masih mempertahankan kebijakan moneternya praktis tidak terlalu mempengaruhi pergerakan rupiah
Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah melemah lawan dolar Australia pada perdagangan hari ini Kamis (25/4/19). Bank Indonesia (BI) yang masih mempertahankan kebijakan moneternya praktis tidak terlalu mempengaruhi pergerakan rupiah.

Apalagi rupiah sudah berjaya sejak awal pekan, jadi terlihat wajar hari ini mengalami koreksi. Namun, mata uang Garuda masih mampu bertahan di bawah Rp 10.000 per AU$ 1.


Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 6,00%. Keputusan tersebut sejalan dengan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia, 13 institusi kompak memperkirakan suku bunga acuan tidak akan dinaikkan atau diturunkan pada bulan ini. Semua memperkirakan hold, tidak ada cut atau raise, tidak ada dissenting opinion.


Rupiah melemah sekitar 0,58% ke level 9.941,60, setelah Rabu (25/4/19) kemarin menguat 1,07%. Dalam dua hari perdagangan sebelumnya rupiah menguat masing-masing 0,05% dan 0,45% melawan dolar Australia.



Pelemahan hari ini membuat penguatan rupiah di bulan April terpangkas menjadi 1,55%, dan sejak awal tahun (year-to-date) menjadi 1,89%.

Berikut tabel pergerakan dolar Australia terhadap rupiah (AUD/IDR) di bulan April.



Lawan dolar Singapura, rupiah juga melemah sekitar 0,48% ke level 10.393,61. Sepanjang pekan ini dolar Singapura lebih unggul setelah menguat 0,13% di awal pekan. Sementara dua hari terakhir rupiah berhasil menguat 0,07% dan 0,21%.



Sepanjang bulan April rupiah masih mencatat penguatan 0,99%, dan secara year-to-date menguat 1,44%.

Berikut tabel pergerakan dolar Singapura terhadap rupiah (SGD/IDR) di bulan April.



TIM RISET CNBC INDONESIA 


(pap/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading