Ini Jawaban Anindya Soal Rencana Erick Thohir Dkk Masuk VIVA

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
25 April 2019 14:39
Ini Jawaban Anindya Soal Rencana Erick Thohir Dkk Masuk VIVA
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Direktur PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) Anindya Novyan Bakrie memberikan komentar terkait rencana pembelian saham VIVA oleh dua pengusaha Indonesia yaitu Erick Thohir dan Pieter Tanuri. Perusahaan induk media milig grup Bakrie ini sedangĀ  memproses penerbitan saham baru.

"Lebih baik istilahnya saya tidak bahas dulu di sini, nah tapi Saya juga dengar rumors itu juga dari media. Dan semuanya kan juga kenal dan berhubungan baik. Tapi Tentunya kita tidak berani bicara dl pada saat ini, tapi bisa dibayangkan rencana (penerbitan saham baru) ini tentunya untuk memperkuat permodalan," kata Anindya saat ditemui usai pelaksanaan RUPS-LB di Bakrie Tower, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Sebelumnya memang berhembus kabar jika dua pengusaha papan atas Indonesia berencana membeli saham induk bisnis media Grup Bakrie, serta anak usahanya PT Intermedia Capital Tbk (MDIA).

Hanya saja belum dijelaskan bagaimana mekanisme pembeliannya seperti apa atas dua emiten tersebut.


Menurut kabar yang diterima CNBC Indonesia, rencana Pieter dan Erick masuk ke VIVA merupakan bagian dari rencana untuk pengembangan bisnis perseroan menjadi stasiun televisi yang akan fokus pada siaran olah raga dan hiburan.

Namun yang pasti hari ini, kedua perusahaan tersebut telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Adapun hasil rapat VIVA menyetujui untuk menerbitkan saham baru. Rencananya akan melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD) sebanyak-banyaknya 1,6 miliar lembar saham.

Dana segar yang diperoleh dari penerbitan saham baru ini akan dimanfaatkan untuk membiayai kewajiban hutan hatuh tempo pada Oktober 2019 senilai US$ 9,4 juta. Selebihnya, akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan usaha.

Terkait kinerja, tahun lalu dinilai menjadi tahun-tahun yang penuh tantangan. Apalagi, kenaikan rupiah terhadap dolar menjadi kendala, di mana hutang perusahaan memang dihitung dalam bentuk dolar. "Benar-benar tahun yang tidak mudah," kata Anindya.

Tahun ini, dibarapkan laju perusahaan membaik. Salah satunya faktor mendongkrak kinerja perusahaan adalah pelaksanaan Pemilu. Pelaksanaan Pemilu menyumbang pendapatan sekitar 30% bagi perseroan.

"Tahun ini diharapkan membaik. Tak hanya buat kita, media juga. Tapi TV one (membaik) bukan karena hanya pemilu. 70% sisanya itu berasal dari Teknologi platform, pengiklan biasa dan servis bisnis," ujarnya.

Dirinya yakin kinerja tahun ini akan lebih baik dibanding tahun lalu. Apalagi pelaksanaan PMT-HMETD diyakini bisa memberikan dampak positif bagi perusahaan. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading