Induk Media Grup Bakrie Rugi Hingga Rp 1 T, Ini Pemicunya!

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
23 April 2019 16:22
Induk Media Grup Bakrie Rugi Hingga Rp 1 T, Ini Pemicunya!
Jakarta, CNBC Indonesia - Anak usaha Grup Bakrie, lagi-lagi mengantongi kerugian. PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) mencatatkan rugi bersih hingga Rp 1,01 triliun sepanjang tahun lalu. Ini adalah kerugian terbesar perusahaan setidaknya dalam 10 tahun terakhir.

Tahun 2018 tampaknya sangat menantang bagi perusahaan. Tidak hanya penjualan yang tumbuh negatif, tapi pos pembiayaan utama, yaitu beban usaha pun melebar. Belum lagi terdapat pos-pos beban lain yang juga meroket.

Mengacu laporan keuangan, sepanjang tahun lalu, total penjualan perusahaan terkoreksi lumayan dalam dengan turun 13,51% year-on-year (YoY) menjadi Rp 2,4 triliun, rekor terendah sejak 2016.



Pemasukan utama perusahaan yakni pendapatan iklan, terkontraksi 7,89% secara tahunan menjadi Rp 2,39 triliun. Kondisi pendapatan non-iklan lebih parah karena terjun bebas dari Rp 177,81 miliar menjadi hanya Rp 8,03 miliar.

Kondisi keuangan semakin diperparah dengan tingginya proporsi (rasio) beban usaha perusahaan. Rasio beban usaha VIVA naik hingga 97,61% menjadi Rp 2,34 triliun.

Alhasil, imbal hasil (margin) laba usaha yang tersisa hanya 2,39% (setara Rp 57,37 miliar). Padahal di tahun 2017 perusahaan setidaknya masih membukukan margin laba usaha sebesar 25,45%, sungguh kontras.

Beban usaha tahun lalu melesat disokong dari kenaikan biaya amortisasi persediaan program materi, gaji dan upah karyawan, pemasaran, serta penurunan nilai piutang usaha. Jika ditotal, keempat jenis biaya tersebut menyumbang hingga 78% total beban usaha di 2018, naik 8,6% dibanding tahun 2017.

Selain itu, masih terdapat pos beban lainnya yang menekan pemasukan VIVA tahun lalu, termasuk beban bunga pinjaman bank, dan rugi selisih kurs

Beban bunga pinjaman bank terdongkrak tahun lalu karena jumlah pinjaman bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu setahun tercatat sebesar Rp 768,27 miliar dari periode yang sama tahun 2017 senilai Rp 233,71 miliar.

Di lain pihak, akan ada pertanyaan yang mungkin muncul di benak pelaku pasar terutama terkait rencana penambahan modal (rights issue) VIVA tahun ini.

Dalam keterbukaan informasi perusahaan, perusahaan yang dipimpin oleh Anindya Novyan Bakrie ini mengumumkan akan menerbitkan maksimal 1,65 juta unit saham baru untuk membayarkan utang dan membiayai modal anak usahanya PT Lativi Mediakarya (TV One), 

Sebagai informasi, pada tanggal 17 Oktober 2017, Lativi menandatangani senior facility agreement senilai US$ 52,08 juta atau setara Rp 739,54 miliar (asumsi kurs Rp 14.200/US$). Nah, sebesar US$ 9,41 juta akan jatuh tempo pada Oktober tahun ini.

VIVA juga menjadi induk dari beberapa perusahaan media Grup Bakrie yakni PT Viva Media Baru (situs berita Viva.co.id) dan PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang merupakan induk usaha dari PT Cakrawala Andalas Televisi (stasiun televisi ANTV).

Dengan kondisi kerugian yang diderita perusahaan, besar kemungkinan bahwa VIVA akan memaksimalkan jumlah penerbitan saham baru. Saham perusahaan Seri A masih dominan dimiliki Bakrie Global Ventura 53,69% dan publik 28,79%.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(dwa/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading