Bank Dunia: Perang Dagang Masih Hantui Ekonomi RI

Market - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
24 April 2019 14:27
Bank Dunia: Perang Dagang Masih Hantui Ekonomi RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Dunia (World Bank/ WB) memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,2% tahun ini atau sama dengan laju pertumbuhan di 2018.

Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2019 yang diluncurkan Rabu (24/4/2019), Bank Dunia menyebut masih kuatnya konsumsi dalam negeri dan investasi sebagai motor penggerak pertumbuhan tahun ini.



Namun, tetap saja ada beberapa risiko yang masih menghantui kegiatan ekonomi dalam negeri. Ketegangan perdagangan global memang tampak mereda belakangan ini namun bisa saja kembali menekan Indonesia bila negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan China menemui jalan buntu, tulis Bank Dunia.


"Kemungkinan meningkatnya ketegangan dan melebarnya sengketa dagang terus menjadi risiko signifikan bagi Indonesia melalui sektor eksternal yang melemah dan anjloknya harga komoditas," menurut laporan itu.

Bank Dunia: Perang Dagang Masih Hantui Ekonomi RIFoto: World Bank (Reuters)

"Di saat yang sama, risiko tetap meningkat akibat kemungkinan munculnya gejolak baru di pasar keuangan yang berdampak pada ekonomi negara berkembang, termasuk Indonesia," tambahnya.

Indonesia, menurut Bank Dunia, tetap tangguh di tengah gejolak di 2018 sebagian besar karena fundamental makroekonomi yang kuat dan cukupnya bantalan yang memungkinkan diambilnya kerangka kebijakan moneter, fiskal, dan nilai tukar yang terkoordinasi.



"Penting bagi Indonesia untuk mempertahankan kebijakan makroekonomi yang kuat dan mengambil peluang untuk memperkuat kembali cadangan devisa untuk mempertahankan bantalan yang cukup besar," menurut Bank Dunia.

"Lebih jauh, melaksanakan reformasi struktural yang mendorong ekspor dan penanaman modal asing akan membantu menurunkan defisit neraca struktural," tambahnya.

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,17% tahun lalu dan ditargetkan untuk kembali naik 5,3% di 2019.


Saksikan video mengenai Bank Dunia berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading