Emiten Minyak Rambut Ini Siapkan Capex Rp 200 M, dari Mana?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
18 April 2019 - 18:28
Emiten Minyak Rambut Ini Siapkan Capex Rp 200 M, dari Mana?
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten produk personal care, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) akan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 100 miliar-Rp200 miliar pada tahun ini.

Belanja modal tersebut akan dipakai untuk mengembangkan usaha perseroan seperti investasi mesin baru, pengembangan teknologi informasi hingga regular maintenance.

Sekretaris Perusahaan Mandom Indonesia, Alia R Dewi mengutarakan, belanja modal itu sepenuhnya akan menggunakan kas internal perusahaan, bukan dari pinjaman perbankan atau penerbitan obligasi.

"Belanja modal dari internal, range Rp 100-Rp 200 miliar," kata Alia, kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Kamis (18/4/2019).


Mengacu data laporan keuangan 2018, kas dan setara kas perusahaan sebesar Rp 369,17 miliar, turun dari akhir 2017 sebesar Rp 431,57 miliar.


Emiten dengan merek dagang seperti Gatsby dan Pixy itu optimistis, tahun ini penjualan dapat tumbuh 5-10% dari tahun lalu. 

Dengan pencapaian pendapatan tahun lalu sebesar Rp 2,65 triliun, maka asumsi pendapatan perseroan tahun ini ditargetkan antara Rp 2,78 triliun hingga Rp 2,92 triliun.

Wakil Presiden Direktur Mandom Indonesia M Makmun Arsyad, dalam paparan publik perseroan, meyakini bahwa konsumsi rumah tangga diperkirakan mencatatkan pertumbuhan positif.

Ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang diperkirakan mencapai 5,0-5,4% tahun ini.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham Mandom juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 84,45 miliar atau Rp 420/saham. Nilai tersebut kurang dari 50% dari total laba bersih yang dibukukan oleh perusahaan tahun lalu.

Pada tahun 2018, TCID membukukan laba bersih sebesar Rp 173 miliar, turun 3,93% secara tahunan (YoY) dibanding tahun 2017.

Laba Mandom tumbuh negatif karena perolehan pendapatan tahun 2018 turun 2,13% YoY menjadi Rp 2,65 triliun dari Rp 2,71 triliun.

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading