Adu Data Penjualan Ritel, Pound Bisa Terpuruk

Market - Putu Agus Pransuamitra & Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
18 April 2019 14:16
Adu Data Penjualan Ritel, Pound Bisa Terpuruk
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang Inggris, poundsterling masih kalem di awal perdagangan sesi Eropa Kamis (18/4/19), jelang rilis data penjualan ritel Inggris dan Amerika Serikat (AS).

Pada pukul 13:33 WIB, pound diperdagangkan di kisaran US$ 1,3045, tidak terlalu jauh dari penutupan perdagangan Rabu (17/4/1) di level US$ 1,3038, melansir kuotasi MetaTrader 5.  

Rabu kemarin pound hanya bergerak 38 pip dalam sehari, merupakan pergerakan yang sangat sempit bagi mata uang Inggris yang terkenal bergerak liar, lebih dari 100 pip per hari.


Pip adalah satuan poin terkecil untuk mewakili perubahan harga dalam trading forex. Nilai satu poin pip biasanya bervariasi bergantung pada pasangan mata uang yang diperdagangkan serta kurs saat itu.

Rentang pergerakan atau volatilitas pasar memang dilaporkan sedang berada di level terendah lima tahun oleh Bloomberg. Namun rendahnya volatilitas tersebut dikatakan akan memicu pergerakan besar dalam rentang sekitar enam bulan ke depan.

Rilis data penjualan ritel Inggris dan AS hari ini berpotensi memperbesar pergerakan pound. Inggris akan melaporkan data penjualan ritel pada pukul 15:30 WIB, sementara AS pada pukul 19:30 WIB.Berikut prediksi rilis data dan perbandingan dengan sebelumnya. 

Data PrediksiSebelumnya
Penjualan Ritel Inggris -0,3%0,4%
Penjualan Ritel AS 0,9%-0,2%
Penjualan Ritel Inti AS0,7%-0,4%
Sumber: Forex Factory  

Melihat prediksi data di atas, terjadi pembalikan data manufaktur di kedua negara.Penjualan ritel Inggris di bulan Maret diprediksi turun ke sebesar 0,3%, dari bulan sebelumnya yang naik 0,4%. Sementara data dari AS diprediksi naik 0,9% dari sebelumnya yang turun 0,2%. Penjualan ritel inti AS yang tidak memasukkan sektor otomotif dalam perhitungan juga diprediksi naik 0,7% dari sebelumnya yang turun 0,4%.




Data penjualan ritel Inggris memang cenderung berfluktuasi, grafik di atas menunjukkan data penjualan ritel sejak Januari 2018. Terlihat data tersebut beberapa kali mengalami penurunan tajam, kemudian berbalik melesat naik. 

Jika data penjualan ritel Inggris dan AS tersebut dirilis sesuai prediksi, pound sterling kemungkinan akan kembali ditekuk dolar AS pada perdagangan hari ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading