Pemilu 2019

Jokowi Bakal 2 Periode, Saham Bank Besar Beri Cuan di Atas 2%

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
18 April 2019 11:17
Jakarta, CNBC Indonesia - Kemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam gelaran pemilihan presiden (pilpres) menciptakan euforia yang begitu luar biasa di pasar saham tanah air.

Jika berkaca kepada sejarah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang selalu memberikan imbal hasil yang menggiurkan di tahun pemilu, dengan catatan bahwa hasil pemilihan presiden sesuai dengan proyeksi dari mayoritas lembaga survei. Pada pemilihan presiden edisi 2019, mayoritas lembaga survei memang sebelumnya menjagokan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang.

Sejauh ini, hasil hitung cepat dari berbagai lembaga kompak memenangkan pasangan calon nomor urut 01 tersebut. Hasil hitung cepat dari Litbang Kompas misalnya, sudah menerima sebanyak 97% suara masuk dengan 54,5% suara jatuh ke pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG langsung melejit 1,35% ke level 6.568,85. IHSG kemudian meroket hingga 2,39% ke titik tertingginya di level 6.636,33.


Pada pukul 11:00 WIB, penguatan IHSG memang sudah menipis namun masih sangat oke yakni sebesar 0,67% ke level 6.525,03.

Secara sektoral, ada 1 sektor saham yang memberikan cuan hingga 2% lebih, yakni jasa keuangan (+2,15%). Kinerja sektor jasa keuangan menjadi yang terbaik hingga berita ini diturunkan.

Sektor jasa keuangan melesat seiring dengan aksi beli atas saham-saham bank BUKU 4: harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 3,28%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 2,95%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 2,53%, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) naik 2,36%, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 1,29%.

Hal ini lantas sesuai dengan proyeksi kami yang menyebut bahwa sektor jasa keuangan patut dilirik lantaran berpotensi memberikan cuan jika Joko Widodo-Ma'ruf Amin menang.

Berbicara mengenai sektor jasa keuangan, perlu diingat bahwa lebih dari 50% perekonomian Indonesia dibentuk oleh konsumsi rumah tangga. Lantas, ketika konsumsi rumah tangga melaju pesat, di mana hal tersebut sudah diindikasikan oleh pesatnya pertumbuhan penjualan barang-barang ritel, maka bisa diekspektasikan bahwa angka pertumbuhan ekonomi juga akan tinggi.

Berdasarkan Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dirilis Bank Indonesia (BI) belum lama ini, penjualan barang-barang ritel diketahui melesat hingga 9,1% secara tahunan pada Februari 2019, mengalahkan capaian periode yang sama tahun sebelumnya yakni pertumbuhan sebesar 1,5%.

Lebih lanjut, angka sementara untuk pertumbuhan penjualan barang-barang ritel periode Maret 2019 adalah sebesar 8%, juga jauh mengalahkan capaian periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 2,5%.

Kala ekonomi Indonesia melaju kencang, tentulah lembaga-lembaga jasa keuangan khususnya perbankan akan diuntungkan.

Lebih lanjut, saat ini kita sudah memasuki earnings season. Dalam waktu dekat, emiten-emiten perbankan akan merilis kinerja keuangan periode kuartal-I 2019. Ada optimisme yang tinggi bahwa kuatnya konsumsi masyarakat Indonesia akan terefleksikan dalam rilis kinerja keuangan nanti. (ank/hps)
1 dari 2 Halaman
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading