Investor Mulai Agresif, Harga Emas Amblas 4 Hari Beruntun

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
18 April 2019 10:08
Investor Mulai Agresif, Harga Emas Amblas 4 Hari Beruntun
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia masih terus tertekan pada perdagangan Kamis pagi (18/4/2019) akibat perekonomian China yang mulai terlihat menjanjikan di mata para investor.

Bahkan, pelemahan kali ini adalah reli empat hari koreksi harga emas secara beruntun.

Pada pukul 09:15 WIB, harga emas kontrak pengiriman Juni di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) turun 0,2% ke posisi US$ 1.274,3/troy ounce, sedangkan harga emas di pasar spot melemah 0,16% ke level US$ 1.271,73/troy ounce.


Sebagai informasi, harga emas COMEX dan spot juga melemah masing-masing sebesar 0,03% dan 0,18% pada perdagangan kemarin (17/4/2019). Pada posisi yang sekarang, harga emas masih tercatat paling rendah di tahun 2019.



Angka pertumbuhan ekonomi China kuartal I-2019 yang dirilis sebesar 6,4% YoY membuat pelaku pasar semakin berani untuk agresif berinvestasi pada instrumen berisiko, seperti saham, dan menjauhi aset lindung nilai seperti emas.


Pasalnya investor sebelumnya memprediksi pertumbuhan ekonomi China hanya sebesar 6,3% YoY di kuartal I-2019, artinya melampaui perkiraan pasar.

Dengan fakta ekonomi China tidak seburuk yang dipikirkan, membuat risiko investasi pun tak sebesar yang dibayangkan. Alhasil nafsu investor untuk bertaruh keuntungan di aset-aset berisiko pun meningkat.

Jika investor kian agresif mengambil risiko, maka emas yang biasanya hanya sebagai pelindung nilai (hedging) pun ditinggalkan. Maklum, keuntungan yang didapat dengan mengoleksi emas relatif kecil.

Namun pelemahan harga emas dibatasi oleh rilis data Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Jepang yang buruk.

Pada Maret, PMI manufaktur Jepang dirilis sebesar 49,5, yang artinya masih terjadi kontraksi aktivitas industri. Penyebabnya adalah rendahnya permintaan dari China yang dipicu dampak perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Ini menandakan perlambatan ekonomi global masih bisa dirasakan, bahkan oleh negara dengan ekonomi terbesar ketiga.

Risiko investasi di instrumen lain masih besar.  Alhasil investor belum mau nge-gas 100%. Emas masih menjadi instrumen yang layak untuk dipertahankan karena sifatnya yang sebagai hedging.

Kini pelaku pasar menantikan rilis data PMI manufaktur zona Eropa yang akan dirilis siang nanti. Data ini bisa menjadi gambaran perkembangan kondisi ekonomi Eropa.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(taa/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading