Bursa Saham Asia Terkoreksi, Ada Apa Gerangan?

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
18 April 2019 09:10
Bursa Saham Asia Terkoreksi, Ada Apa Gerangan?
Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia mengawali perdagangan Kamis ini (18/4/2019) di zona merah. Indeks Nikkei turun 0,02%, indeks Shanghai juga turun 0,06%, dan indeks Hang Seng terkoreksi 0,12%.

Aksi ambil untung membuat bursa saham Benua Kuning harus pasrah mengawali hari dengan koreksi. Kemarin (17/4/2019), indeks Nikkei ditutup menguat 0,25%, sementara indeks Shanghai naik 0,29%.

Aksi beli di bursa saham regional pada perdagangan kemarin juga dilakukan seiring dengan kuatnya angka pertumbuhan ekonomi China.

googletag.defineOutOfPageSlot('/4905536/CNBC_desktop/cnbc_market/parallax_detail', 'div-gpt-ad-1560355061140-0').addService(googletag.pubads());


Pada periode kuartal-I 2019, pertumbuhan ekonomi diumumkan di level 6,4% YoY, mengalahkan konsensus yang sebesar 6,3% YoY, seperti dilansir dari Trading Economics.

Kemudian, produksi industri periode Maret 2019 diumumkan tumbuh 8,5% secara tahunan, di atas konsensus yang sebesar 5,9%.

Terakhir, penjualan barang-barang ritel untuk bulan yang sama melesat hingga 8,7% secara tahunan, juga di atas konsensus yang sebesar 8,4%.

Lantas, kekhawatiran bahwa perekonomian China akan mengalami hard landing pada tahun ini menjadi mereda.

Sebagai informasi, belum lama ini pemerintah China resmi memangkas target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2019 menjadi 6%-6,5%. Sebelumnya, target pertumbuhan ekonomi tahun 2019 dipatok di kisaran 6,5%. Pada tahun 2018, perekonomian China tumbuh hingga 6,6%.

Jika yang tercapai adalah pertumbuhan ekonomi di batas bawah, maka perekonomian China dapat dikatakan mengalami hard landing.

Sejatinya, rilis data ekonomi pada hari ini terbilang cukup oke. Pembacaan awal atas data Manufacturing PMI Jepang periode April versi Nikkei diumumkan di level 49,5, naik dari posisi bulan sebelumnya di level 49,2, seperti dilansir dari Trading Economics.

Namun, dorongan untuk melakukan aksi ambil untung lebih dominan sehingga bursa saham regional tetap melemah pada pembukaan perdagangan.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(ank/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading