Pemilu 2019

Jokowi Unggul Quick Count, Saham Ini Layak Diborong

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
17 April 2019 18:28
Jokowi Unggul Quick Count, Saham Ini Layak Diborong Foto: Progres konstruksi Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) makin dikebut dengan telah selesainya proses perakitan mesin Tunnel Boring Machine (TBM) yaitu alat bor raksasa yang didatangkan khusus dari Zhanghuabang Wharf, Shanghai Tiongkok. Sejak pertama kali dirakit pada pertengahan Februari 2019, alat bor raksasa ini kini segera dioperasikan menembus lapisan tanah di bawah tol Cikampek mulai KM 3+300, dari arah Jakarta. (Dok. KCIC)
Jakarta, CNBC Indonesia - Pesta demokrasi terbesar tanah air sudah mulai menunjukkan pertanda. Pada Hasil perhitungan cepat (quick count) Pemilihan Umum (Pemilu) tahun ini dari beberapa lembaga survei mencatat pasangan nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin unggul.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA dengan total suara masuk 93,65%, mencatatkan kemenangan untuk pasangan nomor urut 01 dengan capaian 55,48%.

Quick Count Litbang Kompas juga mencatat petahana unggul dengan perolehan 54,20% dari total suara masuk sebesar 79,9%. Median dengan total suara masuk 49,95% juga memenangkan nomor urut 01 dengan capaian 53,73%.

Artinya mayorita lembaga survei memprediksi bahwa Presiden Joko Widodo akan kembali memenangkan putaran pemilu tahun ini.


Dilansir dari pemberitaan Detik News tertanggal 12 April, survei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan bahwa pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul 19,8% dibanding Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Survei tersebut dilakukan pada 5-8 April 2019 menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan 2.285 responden dari seluruh provinsi di Indonesia.

Dengan unggulnya petahana, kira-kira emiten apa saja yang akan berterbangan setelah Pemilu?

Kalangan pelaku pasar optimis bahwa besar kemungkinan sektor yang terkait dengan pertumbuhan infrastruktur dan bantuan sosial akan menguat.

Sektor terkait infrastruktur seperti industri konstruksi, jalan ton dan semen diprediksi melesat karena pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin akan kembali melanjutkan proyek infrastruktur 5 tahun kedepan. Terelbih lagi petahana juga berencana untuk membuat holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk infrastruktur.

Alhasil emiten konstruksi dan infrastruktur dengan likuiditas tinggi diharapkan mengantongi cuan lumayan banyak tahun ini. Emiten-emiten tersebut adalah PT Properti Tbk (PTPP), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT United Tractors Tbk (UNTR).

Geliat Saham Konstruksi di Tahun Politik
[Gambas:Video CNBC]

Di lain pihak, sektor terkait bantuan sosial, seperti industri konsumsi dan perbankan diproyeksikan tumbuh disokong oleh program kartu sakti petahana nomor 01.

Joko Widodo kembali memperkenalkan kartu sakti untuk periode selanjutnya, yaitu program Kartu Pra Kerja, Kartu Sembako, dan KIP Kuliah.

Program bantuan sosial diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan dan daya beli masyarakat. Dengan demikian, industri konsumen akan sangat diuntungkan dan besar kemungkinan harga saham market leader dalam industri tersebut akan terdongkrak.

Jadi emiten konsumen yang harganya diproyeksi menguat adalah PT H M Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Lebih lanjut, bank tanah air yang memiliki andil untuk menyalurkan bantuan sosial juga diestimasi menguat. Sebagai contohnya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading